Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Kembali Ke Ekonomi Pancasila, Jokowi Harus Evaluasi Darmin Dan Sri Mulyani

SABTU, 11 FEBRUARI 2017 | 15:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Kondisi perekonomian nasional yang melambat saat ini lebih karena kebijakan-kebijakan pemerintah sendiri. Lantaran tidak memperhatikan rasio kebutuhan dan beban yang ditanggung oleh rakyat.

Apalagi ditambah jumlah utang luar negeri Indonesia yang terus membengkak, seiring peningkatan jumlah program proyek infrastruktur di masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Pemerintahan Jokowi belum sepenuhnya menjamin perlindungan terhadap sektor ekonomi, terutama sentra produksi ekonomi rakyat. Ada banyak aturan yang di buat oleh Menkoperekonomian yang membuat banyak sentra produksi ekonomi mandeg dan tidak jalan. Artinya Kebijakan Menkoperekonomian gagal memberikan perlindungan," jelas Direktur Eksekutif Global Base Review (GBR) Rusdianto Samawa kepada redaksi, Sabtu (11/2).


Sementara, di sisi lain, pemerintah memiliki program pembangunan infrastruktur yang ingin cepat diselesaikan. Sehingga bisa mendukung dan menunjang kinerja dan visi misi pemerintahan.

"Beban APBN yang sering bocor dan struktur anggaran negara yang mengalami defisit tentu akan membuat ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Maka ada baiknya pemerintah dan Presiden Jokowi segera menata dan mengevaluasi seluruh paket kebijakan ekonomi dan keuangan APBN. Terutama evaluasi dua kementerian yakni Kemenko Perekonomian yang dipimpin Darmin Nasution dan Kementerian Keuangan di bawah Sri mulyani," beber Rusdianto.

Dia menambahkan, semakin lama dibiarkan terjadinya benturan kepentingan antara kebijakan ekonomi yang bersifat neoliberal dengan ekonomi Pancasila maka akan melahirkan ketimpangan. Sementara pemerintah sendiri menggusung paket kebijakan yang cenderung populis.

"Saya pikir Presiden Jokowi harus segera evaluasi dua kementerian ini, dan pemerintah harus komitmen kembalikan ekonomi Indonesia ke jalan sistem Ekonomi Pancasila. Agar seluruh rumusan kebijakan dapat dirasakan betul oleh rakyat Indonesia sehingga bisa sejahtera," tegas Rusdianto. [wah]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya