Berita

Politik

Sri Mulyani Tak Pantas Ada Di Kabinet

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 14:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dianggap menyudutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

SMI menyatakan bahwa proyeksi kondisi perekonomian 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya asalkan tidak terganggu dinamika politik yang tengah terjadi.

"Bukankah hiruk-pikuk politik yang terjadi melibatkan Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan? Sehingga muncul kecurigaan SMI bermaksud menyalahkan Jokowi yang dianggap tidak bisa menciptakan stabilitas politik," ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA), Sya'roni, kepada redaksi sesaat lalu (Jumat, 10/2).


Saat ini, suhu politik Indonesia sedang memanas menyusul agenda pilkada serentak dan adanya demonstrasi penistaan agama. Tidak ada yang salah dari kedua aktivitas politik ini karena telah diatur dan dijamin oleh undang-undang.

"Mestinya sebagai bawahan presiden, SMI bisa berkonstribusi meredam situasi yang memanas. Banyak hal yang bisa dilakukan, yang paling mudah diantaranya menyatakan jaminan bahwa dinamika politik yang terjadi tidak akan mengganggu kinerja ekonomi Indonesia,"  kata Sya'roni.

Oleh karenanya, menurut dia, SMI layak ditendang karena sejak dilantik menjadi Menkeu tidak juga menunjukkan kinerja yang cemerlang. Buktinya, pertumbuhan ekonomi 2016 stuck di angka 5,02%. Bahkan di kuartal IV/2016 pertumbuhan ekonomi hanya bertengger di level 4,94%.

"Jadi terpampang jelas sikap SMI menyeret dinamika politik sebagai biang keladi atas lambannya laju ekonom," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya