Berita

Bisnis

Salahkan Dinamika Politik, Cara Sri Mulyani Tetap Di Kabinet

JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 13:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) soal dinamika politik terkait proyeksi ekonomi tahun 2017 sarat dengan motif terselubung.

Lewat pernyataannya itu, SMI dinilai ingin cari selamat alias tidak ditendang dari kabinet.

"Sejak dilantik menjadi menkeu, SMI tidak juga menunjukkan kinerja yang cemerlang. Untuk menutupi ini dia menyeret dinamika politik sebagai biang keladi atas lambannya laju ekonomi," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA), Sya'roni, kepada redaksi sesaat lalu (Jumat, 10/2).


Buktinya, sebut Sya'roni, pertumbuhan ekonomi 2016 stuck di angka 5,02%. Bahkan di kuartal IV/2016 pertumbuhan ekonomi hanya bertengger di level 4,94%.

"Ini menunjukkan capaian SMI tidak lebih baik dari menteri keuangan sebelumnya," imbuh dia.

Sebagai menteri, kata Sya'roni, SMI mestinya bisa merespon berbagai dinamika yang terjadi, termasuk dinamika politik. Sebab kehidupan bernegara mustahil menafikan dinamika politik.

"Berharap dinamika politik tidak mengganggu ekonomi sama saja ingin berkelit dari masalah yang ada," tukasnya.

Sebelumnya, SMI menyampaikan proyeksi kondisi perekonomian 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya kendati masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya masalah investasi.

"Investasi ini semua bergantung pada kondisi fundamental ekonomi, jadi diharapkan semua pihak untuk menjaga hal ini. Semoga hal itu tetap terjaga dan tidak terganggu dinamika politik yang tengah terjadi," kata dia di Hotel Ritz Carlton di SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (7/2). [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya