Berita

Foto/Net

Bisnis

Produsen Otomotif Wajib Pakai 90% Produk Lokal

Dorong Pertumbuhan Industri Komponen
JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Peridustrian Air­langga Hartarto mengatakan, industri otomotif nasional saat ini hanya mampu menyerap produk lokal 60 persen. Karena itu, pihaknya, akan menggenjot produsen otomotif nasional un­tuk meningkatkan penggunaan produk lokal, salah satunya dengan menyiapkan pasokan bahan baku plastik dan baja dari dalam negeri.

"Kita targetkan semua pro­dusen otomotif pada 2019 bisa menyerap TKDN 90 persen," ujarnya pada Peluncuran Produk Material Lokal Polypropyl­ene Impact Copolymer untuk Mendukung Industri Otomotif Nasional di Bekas  i, Jawa Barat, kemarin.

Dalam kesempatan ini, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) memasok resin (plastik) polypropylene impact copolymer untuk PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang akan diaplikasi­kan pada mobil Toyota Vios dan Yaris.


Selain mulai memasok kebu­tuhan bahan baku plastik untuk mobil, Airlangga juga akan meningkatkan bahan baku baja. Menurut dia, saat ini pasokan pelat baja 400 ribu ton menjadi 800 ribu ton. "Kita lakukan bertahap. Penggunaan resin saja makan waktu dari awal sampai testing perlu waktu 5 tahun," katanya.

Menurut Airlangga, sekarang terdapat sekitar 1.500 perusa­haan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam tier 1 sampai tier 3. "Supaya penggunaan kandungan dalam negeri meningkat kita dorong industri tier 2 dan tier 3-nya dan perkuat pasokan bahan baku­nya," tukasnya.

Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjah­jono mengatakan, perseroan siap untuk meningkatkan kand­ungan lokal disetiap produk-produk mobil yang dihasilkan. "Kita targetkan bisa 90 persen TKDN pada 2019. Dan 75 persen TKDN dengan bahan baku lokal," ujarnya.

Warih mengakui, saat ini se­bagian bahan baku masih dipa­sok dari luar negeri. Misalnya, Resin Polypropylene (PP) Impact Copolymer masih dipasok dari Malaysia, Singapura dan Jepang. "Dengan adanya pasokan dari Chandra Asri, kita mulai gunakan bahan baku lokal," jelasnya.

Peningkatan kandungan lokal, kata Warih, akan dilakukan bertahap. Untuk tahap awal, pasokan bahan baku resin akan digunakan untuk Toyota Yaris dan Toyota Vios.

Presiden Direktur CAP Erwin Ciputra mengatakan, kerja sama ini merupakan lahan pemasaran baru yang akan terus meningkat seiring perkembangan industri otomotif. Selain untuk mobil Toyota Vios dan Yaris, CAP juga berencana untuk memasok model Fortuner dan Kijang In­nova serta mobil LCGC Toyota yang lain. Merek lain yang sudah memakai polypropylene impact copolymer produksi CAP saat ini adalah mobil murah Daihatsu serta kendaraan roda dua dan roda empat Honda.

CAP berharap nantinya dapat memasok kebutuhan polypropyl­ene impact copolymer sejumlah 25 ribu ton per tahun untuk 500 ribu unit mobil, dengan pemaka­ian rata-rata 50 Kg per unit. Sementara itu, kapasitas pabrik polypropylene CAP saat ini sebanyak 480 ribu ton per tahun dan masih akan ditingkatkan lagi menjadi 580 ribu ton per tahun dalam beberapa tahun ke d  epan, guna memasok kebutuhan indus­tri plastik di Indonesia.

"Dengan demikian, kebu­tuhan polypropylene impact copolymer untuk industri oto­motif nasional dapat terjamin pemenuhannya oleh CAP. Selain itu, devisa negara yang dapat dihemat dari substitusi impor resin dan komponen mobil ini hingga USD 60 juta per tahun," papar Erwin.  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya