Perusahaan Umum (PeÂrum) Bulog bersama mitra biÂnaan, Rumah Pangan Kita (RPK) terus meningkatkan sinergi unÂtuk menjaga stabilitas harga di tengah-tengah masyarakat.
Direktur Pengembangan BisÂnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan, konsep Sahabat RPK secara filoÂsofis dibangun dengan harapan untuk lebih mendekatkan Perum Bulog dengan masyarakat luas.
"Yang kita titik beratkan, melaÂlui pola kemitraan dan kerja sama yang setara serta saling mengunÂtungkan, akan menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat," kata Imam dalam rilis yang diÂterima Rakyat Merdeka.
Dilanjutkannya, bersama mitra kerja yang tersebar di seluruh InÂdonesia seperti RPK, Bulog pada tahun ini menetapkan strategi dan program peningkatan produksi dan penjualan komoditas pangan pokok untuk komersial.
Ada beberapa komoditas yang akan dijual yaitu beras, daging, gula, dan minyak Goreng.
Bulog juga memperkenalkan branding "KITA" pada beberapa komoditas komersial yang akan dijual ke masyarakat, seperti Beras Kita, Gula Manis Kita, Minyak Goreng Kita serta panÂgan pokok lainnya.
"Melalui Sahabat RPK, diÂharapkan setiap produk-produk komoditas komersial Bulog akan dikenal dan disukai masyarakat luas karena harga serta kualiÂtas yang baik dan bersaing," ujarnya.
Ke depan, Bulog juga akan mengimplementasikan teknologi Point of Sales yang dilengkapi sistem GPS. "Melalui sistem tersebut Bulog bisa mengetahui titik-titik RPK dan sekaligus berfungsi untuk monitoring kegÂiatan dan inventory (stok) yang ada di RPK," tegas Imam.
Ditambahkannya, Tahun 2017 Bulog memasang target memÂbentuk jaringan 30.000 unit Rumah Pangan Kita (RPK). Memasuki bulan kedua tahun ini, jumlah RPK yang terbangun mencapai 9.298 yang tersebar dari Aceh hingga Merauke.
Imam mengakui, kehadiran RPK yang berjalan hampir satu tahun ini baru terealisir 10 persen dari target sebesar 30.000.
"Meski begitu, pengembangan jaringan distribusi terus diupayaÂkan guna mendekatkan Bulog kepada konsumen menstabilkan harga pangan," tegasnya. ***