Berita

Foto/Net

Bisnis

AP II Rogok Kocek Rp 530 Miliar Bangun Skytrain Bandara Soetta

Tambah Moda Transportasi
JUMAT, 10 FEBRUARI 2017 | 09:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura (AP) II Per­sero menggelontorkan modal Rp 530 miliar untuk pengadaan moda transportasi antar termi­nal berupa kereta layang tanpa pengemudi atau Skytrain di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Banten.

Pengadaan trainset Skytrain beserta teknologinya ini disiap­kan PT LEN Industri Persero, dan perusahaan asal Korea Se­latan (Korsel) Woojin.

Direktur Utama AP II Muham­mad Awaluddin menjelaskan, anggaran Rp 530 miliar tersebut dialokasikan untuk pembangu­nan infrastruktur dan pengadaan unit Skytrain.


"Untuk pembangunan in­frastruktur seperti jalur dan terminal Skytrain, kami berin­vestasi sebesar Rp 420 miliar, di mana pembangunannya di­lakukan oleh Kerja Sama Op­erasi (KSO) antara PT Wijaya Karya dan PT Indulexco," kata Awaluddin.

Sementara investasi sisanya, tambah Awaluddin, dialokasi­kan untuk pengadaan rangka­ian kereta.

Nantinya keberadaan Skytrain akan melengkapi fasilitas terkait moda transportasi lainnya, sep­erti kereta bandara yang men­ghubungkan secara langsung Jakarta dengan Bandara Inter­nasional Soekarno-Hatta.

"Melalui Skytrain dan kereta bandara diharapkan volume kendaraan bermotor di akses bandara maupun di kawasan bandara akan berkurang, seh­ingga arus lalu lintas bisa lebih lancar," harapnya.

Dilanjutkan Awaluddin, Skytrain ini dilengkapi sistem Automated Guideway Transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpeng­gerak sendiri atau self propelled.

"Meski tanpa pengemudi, kecepatan operasi Skytrain ini bisa mencapai 60 km/jam. Kami bangga bisa bersinergi dengan LEN Industri dan PT Wijaya Karya dalam menghadirkan Skytrain," lanjutnya.

Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, Awaluddin menar­getkan bisa membawa Bandara Soetta ke level yang lebih tinggi sekaligus menjadikan sektor ke­bandarudaraan nasional berada di era baru.

Saat ini AP II juga terus men­ingkatkan kontribusi bisnis non-aeronautika agar bisa mencapai 50 persen dari total pendapatan perseroan.

"Indikator bandara kelas dunia itu adalah bisnis non aeronau­tikanya seimbang. Kita ingin 50:50, jadi seimbang," kata Awaluddin.

Saat ini, pendapatan dari bisnis aeronautika masih mendominasi total pendapatan perseroan.

Pendapatan non-aeronautika pada 2017 ini diperkirakan baru berkontribusi sebesar 13 persen terhadap total pendapatan AP II. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya