Berita

Foto/Net

Bisnis

Sempat Turun, Si Pedes Melonjak Lagi

Dua Bulan Harga Cabe Bergerak Liar
RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 09:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah gagal mengen­dalikan harga cabe. Berbagai cara yang telah dilakukan tidak berbuah hasil yang memuas­kan. Harga cabe di berbagai daerah di Indonesia menunjuk­kan kenaikan. Harga cabe sebe­narnya sudah mulai membaik, tetapi kini naik lagi. Cabe yang mengalami kenaikan tinggi yakni jenis rawit. Harganya berkisar dari Rp 120 ribu per kilogram (kg) sampai 180 ribu per kg.

Ketua Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Sukoco menuturkan, melon­jaknya harga cabe disebabkan produksi terjun bebas hinga Februari 2017. Hal tersebut terjadi akibat anomali cuaca sangat ekstrem dalam setahun terakhir.

"Sampai hari ini saja tiap hari masih hujan. Kondisi yang dia­lami petani cabe membuat harga mahal, bukan karena faktor distribusi atau ulah tengkulak," terang Sukoco seperti dikutip media online, kemarin.


Dia menyebutkan, penurunan produksi menyebabkan pasokan cabe anjlok hingga lebih dari 60 persen. Kantong-kantong produksi si pedes, seperti Ngan­juk, Blitar, Trenggalek, maupun Banyuwangi, nyaris tidak mem­berikan pasokan ke pasaran.

Sukoco memperkirakan, produksi cabe akan mulai sedikit normal pada pekan ketiga Feb­ruari. Namun demikian, hal tersebut tidak menjamin harga akan turun drastis. Karena, stok tetap terbatas karena bukan panen raya.

"Panen raya baru akan terjadi pada April dan Mei. Pada bulan itu kemungkinan harga akan normal," ungkapnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, pemerintah sudah melakukan banyak cara untuk menurunkan harga cabe. Namun, ada faktor alam yang sulit diprediksi.

"Saya masih belum bisa mela­wan alam. Karena iklim yang hujan yang seperti ini. Kemu­dian di jalan busuk mereka, tiba-tiba banjir seperti yang terjadi. Apa yang harus dilaku­kan, irigasi yang baik pun sudah dilakukan," katanya.

Enggar menegaskan, pemerin­tah serius di dalam mengendali­kan harga bahan pokok. Karena, pengendalian harga dibutuhkan untuk mencegah terjadi inflasi yang berlebihan.

Sebelumnya, Menteri Perta­nian Amran Sulaiman menun­jukkan kekecewanya harga cabe terus menjadi sorotan. Padahal, menurutnya, harga komoditas sudah mengalami penurunan. Selain itu, harga cabe tidak termasuk komoditas strategis yang berpengaruh besar terhadap inflasi.

Amran mengatakan, pemerintah terus berusaha menjaga harga 14 komoditas pangan strategis untuk mencegah inflasi. Dan, di antaranya sudah berhasil dicapai pemerintah. "Beras dulu bergejolak. Beras itu memberi­kan kontribusi besar terhadap inflasi. Sekarang, Rp 7.700," terangnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Sputnik Sujono menyarankan masyarakat mem­beli di toko tani. Dia menye­butkan harga cabe rawit merah hanya dibanderol Rp 60 ribu per kg. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya