Berita

Face­book dan Google/Net

Bisnis

Facebook Dan Google Kerja Sama Tandai Berita Bohong

Jelang Pemilu Prancis
RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dua raksasa internet Face­book dan Google bergabung bersama organisasi-organisasi berita untuk meluncurkan tool baru pemeriksa keaslian berita yang dirancang guna mencabut berita-berita bohong di Prancis menjelang pemilihan presiden di negeri ini.

Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia ini memiliki 24 juta pengguna di Prancis, atau sepertiga dari total penduduk Prancis. Facebook akan bekerja sama dengan delapan organisasi berita Prancis, termasuk kantor berita Agence France-Presse (AFP), saluran berita BFM TV, dan koran L'Express serta Le Monde, untuk meminimal­kan risiko berita bohong yang muncul dalam platform mereka. Total, sebanyak 17 newsroom.

Facebook akan melibatkan peran pengguna dalam menan­dai berita bohong di jejaring sosial ini sehingga artikel-artikel berita bisa dicek ulang kebenarannya oleh organisasi-organisasi berita yang menjadi mitra Facebook.


Facebook akan tersedia ikon unik tersendiri untuk menandai hal itu. Kelak, dengan ikon tersebut, mitra Facebook bisa menunjukkan konten berita itu bermasalah. Facebook juga mendukung prakarsa terpi­sah yang diluncurkan Google lewat "Cross Check" yang menyeru para pengguna men­girimkan tautan-tautan (link) untuk konten yang diragukan kebenarannya kepada situs-situs berita terpercaya sehingga konten itu bisa diinvestigasi.

Facebook juga mengambil langkah dalam melawan berita bohong di Jerman di mana pemerintah negara ini men­gutarakan kekhawatirannya atas berita palsu dan ujaran ke­bencian yang mempengaruhi Pemilu September mendart­ang di mana Kanselir Angela Merkel berusaha memangku jabatan untuk masa jabatan keempat kalinya.

Di AS, Facebook sudah bek­erja dengan situs pemeriksa kebenaran berita Snopes, ABC News dan kantor berita Associ­ated Press untuk memeriksa keaslian berita. Sebelumnya, jejaring sosial dan agregator berita dikritik keras selama Pemilu Amerika Serikat kar­ena mereka secara tidak sen­gaja ikut menyebarkan berita-berita bohong. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya