Berita

Foto/Net

Bisnis

Pakistan Kantongi Penjualan Rp 306 M

Ekspor Jeruk Kinnow Ke RI
RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 08:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pakistan mengekspor je­ruk Kinnow ke Indonesia. Nilainya tidak sedikit. Tahun lalu saja, mencapai 23 juta dolar AS atau sekitar Rp 306 miliar dengan kurs Rp 13.330. Diharapkan jumlahnya akan bertambah di tahun ini.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem mengatakan, jeruk Kinnow sudah dijual bebas di Jakarta dan bisa dibeli di sejumlah supermarket besar di Ibukota. Misalnya, Carrefour, Ranch Market, Giant, Hyper­mart, Farmer's Market, Food Hall dan Lotte Mart.

Masuknya jeruk Kinnow Pakistan ke Indonesia tahun ini, kata dia, bertepatan den­gan perayaan Tahun Baru Imlek. "Diharapkan jeruk Kin­now dapat memberikan variasi dalam merayakan event pent­ing ini," ujarnya di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, Kinnow meru­pakan jenis jeruk yang tumbuh dan dibudidayakan di Provinsi Punjab, Pakistan. Jeruk ini pertama kali diperkenalkan pada 1935 dan mulai dikenal luas sejak 1940.

Jeruk Kinnow memiliki bentuk buah yang besar, se­hingga mudah dikupas. Jeruk jenis ini juga dianggap sangat ekonomis mengingat besarnya jumlah vitamin C yang dimi­liki jika dibandingkan dengan jeruk jenis lainnya.

"Aroma jeruk yang khas juga menjadi daya jual dari Kinnow. Aroma ini didapat dari kombinasi jeruk manda­rin, yang juga menjadi jenis jeruk favorit di Indonesia," katanya.

Kini Pakistan masuk 10 besar negara pemroduksi Kin­now di dunia. 95 persen kin­now yang dijual di pasaran diambil dari Pakistan. Keber­hasilan Pakistan ini didapat berkat usaha petani yang me­nanam dan memanen Kinnow di bawah standar Penanganan Pertanian berskala interna­sional (GAP).

Bahkan, kata Nadeem, sebe­lum dijual, jeruk Kinnow akan diperiksa satu per satu dan dicuci hingga akhirnya diko­takkan untuk didistribusikan. Jeruk Kinnow Pakistan juga sudah lulus uji kelayakan dari Organisasi Kontrol Kuali­tas Makanan dan Minuman (HACCP).  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya