Berita

Foto/Net

Bisnis

Darmin: Membaik, Kini Dwelling Time 2,9 Hari

SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tiga menteri Kabinet Kerja kemarin bersama-sama blusukan ke Kantor Indonesia National Single Window (INSW) di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Mereka adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Mereka datang untuk mengecek langsung kinerja INSW sekaligus memantau waktu bongkar muat (dwelling time).

Tidak mau hanya menerima laporan, dalam kunjungannya, mereka melakukan pemantauan langsung kegiatan dwelling time di berbagai pelabuhan melalui layar monitor. Tak hanya itu, ke­tiga menteri juga mengecek do­kumen perizinan yang diajukan pelaku usaha terkait perizinan dwelling time.

Darmin menyimpulkan, dwelling time menunjukkan perbaikan. "Kita sudah melihat secara kuantitas, ukuran kuanti­tas, dwelling time kita itu sudah ada perbaikan. Sekarang rata-rata 2,9 hari. Namun persoalan kita sekarang lebih dari sekadar dwelling time," kata Darmin.


Darmin menyebutkan, salah satu masih lambatnya dwelling time berasal dari lambatnya bongkar muat produk larangan terbatas (lartas). Penyebabnya masih panjangnya prosedur. Hal ini sangat disayangkannya karena komoditas tersebut bukan termasuk barang yang dilarang.

"Kita mendengar bahwa larangan terbatas itu tadinya sudah membaik cukup jauh. Dari yang tadinya 51 persen menjadi 32 persen. Tapi belakangan ini ada perkembangan mundur," kata Darmin.

Dia mengatakan, masalah lartas harus segera diselesaikan. Jangan sampai upaya perbaikan dwelling time yang telah dilaku­kan selama ini dirusak lartas.

Selain lartas, Darmin meng­kritik masih lambatnya dwelling time di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah. Dia in­gin pengelola pelabuhan segera memperbaikinya.

Sementara soal kinerja INSW, Darmin mengaku puas. Menurut­nya, dengan keberadaan INSW, pihaknya bisa mematau waktu bongkar muat dan memantau pengurusan dokumen yang disa­jikan secara real time.

"Sebelum ada INSW, pemerin­tah sangat kerepotan memantau pengurusan perizinan dan waktu bongkar muat. Sekarang semua tercatat dan termonitor secara online," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Per­hubungan Budi Karya menegas­kan pihaknya konsisten untuk terus mendukung target Presiden untuk memangkas waktu bong­kar muat.

Dia mengungkapkan, masalah pengurusan dokumen terpantau masih menjadi penghambat lam­batnya dwelling time.

"Masalah pengurusan doku­men nanti akan diperbaiki," kata Budi Karya.

Sebagai informasi, saat ini Sistem INSW sudah diterapkan di 21 pelabuhan laut, darat dan udara sejak tahun lalu. INSW dioperasikan oleh Satuan Kerja (Satker) PP INSW di bawah Kementerian Keuangan.

Pemerintah berkomitmen akan terus mengembangkan INSW. Tak hanya untuk me­mantau dwelling time, tetapi juga sistem teknologi informasi dan komunikasi untuk mendu­kung penguatan konektivitas nasional. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya