Berita

Foto/Net

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sedikit Meleset Dari Target 5,2 Persen

SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekono­mi Indonesia mencapai 5,02 persen di 2016. Capaian terse­but di bawah target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan yang dipa­tok 5,2 persen. Namun demiki­an, bila dibandingkan tahun sebelumnya, lebih baik.

"Pertumbuhan ekonomi 2016 lebih baik dari realisasi pertumbuhan ekonomi di 2015 yang hanya 4,88 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, kemarin.

Selain itu, tren pertumbuhan tahun 2016 masih lebih baik dibandingkan tahun sebelum­nya. Sebab, ada perbaikan kon­disi pendapatan per kapita atau rata-rata orang Indonesia naik menjadi 3.605 dolar AS atau sekitar Rp 47,96 juta per tahun atau mendekati Rp 4 juta per bulan. Tahun 2015, pendapatan per kapita orang Indonesia ter­catat 3.374 dolar AS atau Rp 45,14 juta per tahun.


Suhariyanto mengungkap­kan, pertumbuhan ekonomi 2016 tidak lepas dari membaiknya perekonomian dunia pada kuartal IV-2016. Perekonomian seluruh negara menunjukkan kinerja, ter­masuk Indonesia.

"Selama kuartal IV-2016 harga komoditas di pasar global mulai meningkat, be­gitupun harga minyak. Hal itu berdampak kepada naiknya kegiatan ekspor dan impor," ungkapnya.

Dia menyebutkan, ekspor migas dan non migas Indonesia ke Amerika Serikat, China, dan Jepang, tumbuh cukup bagus.

Suhariyanto optimistis, per­tumbuhan ekonomi 2017 akan lebih baik. Namun, pihaknya mengingatkan pemerintah untuk fokus menjaga teka­nan inflasi seiring adanya kebijakan administered prices pada tahun ini.

Dia mengungkapkan, Kon­sumsi masyarakat pada kuartal IV-2016 mengalami pertum­buhan negatif dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni turun 0,02 persen. Meskipun bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu masih lebih baik. Konsumsi rumah tangga pada triwulan IV-2016 tercatat tumbuh 4,99 persen, sedangkan 2015 hanya 4,93 persen.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Damhuri Nasution juga mengingatkan hal yang sama. Menurutnya, konsumsi masyarakat meru­pakan salah satu motor per­tumbuhan.

Dia mengungkapkan, per­tumbuhan ekonomi 2016 banyak ditopang konsumsi ru­mah tangga. "Tren suku bunga yang turun dan indeks keper­cayaan konsumen relatif tinggi sehingga mendorong konsumsi masyarakat," ujarnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya