Berita

Ilustrasi/net

Bisnis

Jokowi Jangan Tergoda Jadikan Pertamina "ATM Politik" Untuk 2019

SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 04:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pencopotan Dirut dan Wadirut PT Pertamina baru-baru ini sangat kental akan agenda besar yang disisipkan sekelompok mafia migas yang dahulu menjadi benalu di Pertamina. Para benalu itu hampir dikatakan tidak bisa berkutik setelah Petral dibubarkan

"Sangat jelas, Joko Widodo kelihatan mulai terpancing untuk menjadikan BUMN Pertamina sebagai 'ATM Politik' persiapan maju di Pilpres 2019 dengan menggunakan usulan para mafia migas yang menjanjikan dana persiapan Pilpres," kata  Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, dalam keterangan tertulis.

Arief menyebut salah satu nama yang patut diduga bermain adalah Mohamad Reza. Dalam kasus "papa minta saham" sempat terungkap dana bantuan darinya untuk operasi pemenangan Jokowi di Papua. Kini, setelah dua tahun dianggap cukup, Reza menemukan momen panasnya Pilkada DKI Jakarta. Pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina tidak akan menarik atensi publik.


Ia menyorot, kejatuhan harga minyak dunia dua tahun terakhir membuat banyak National Oil Corporation merugi hingga melakukan PHK besar. Tetapi Pertamina justru bisa bertahan dan menghasilkan keuntungan karena kinerja jajaran marketing dan hilir yang sangat baik. Walaupun ia akui banyak kebijakan Dirut lama yang menghilangkan revenue dan profit opportunity, seperti membeli perusahaan minyak Perancis yang kinerja keuangannya buruk.

"Saya mengingatkan agar Presiden Joko Widodo jangan masuk dalam jebakan para mafia migas yang mengiming-imingkan dana persiapan Pilpres 2019 dengan menjadikan Pertamina sebagai ATM Politik. Program kedaulatan energi yang ditargetkan Joko Widodo akan gagal total," tegasnya.

Dia mengatakan, RUPSLB pekan lalu sangat terasa tarik menarik kepentingan antara kelompok mafia migas dan kelompok Pertamina nasionalis. Untungnya, Presiden tidak langsung mengangkat Dirut baru secara definitif. Dia mengira, Presiden mendapat masukan dari seseorang akan adanya kelompok mafia migas era SBY yang mau merongrong Pertamina dengan menyodorkan calonnya Akhirnya, Presiden mengangkat Plt Dirut Pertamina dari jabatan Direktur Gas di Pertamina sebagai jalan tengah. Plt Dirut Pertamina tersebut merupakan sosok berkinerja bagus di Pertamina ,

"Sangat disayangkan, seorang Ahmad Bambang yang mendapatkan penghargaan dari Joko Widodo harus ikut dicopot. Padahal kinerjanya di jajaran pemasaran dan hilir sangat baik dan menyebabkan Pertamina meraih keuntungan di saat bisnis migas terpuruk," kata Arief.

Di akhir, ia mengimbau para karyawan Pertamina untuk berani dan kompak menolak usaha penempatan orang tertentu di jajaran Direksi dan Komisaris yang bertujuan mengerogoti Pertamina. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya