Berita

Net

Nusantara

Mega Dicurigai Alami Post Power Syndrom

Provinsi Banten Disahkan Gus Dur
SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 13:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Megawati Soekarnoputri mengenai pembentukan Provinsi Banten menandakan ketua umum PDI Perjuangan itu mulai tidak cermat dalam mengungkap fakta-fakta sejarah.

Saat menjadi Jurkamnas Rano Karno-Embay Mulya Syarief di Sunbrust, Tangerang Selatan, Sabtu (4/2), Mega menyebut Provinsi Banten dibentuk saat dirinya menjadi presiden.

Padahal sebenarnya Provinsi Banten pisah dari Jawa Barat disahkan 17 Oktober 2000 atau ketika mendiang Abdurrahman Wahid menjabat RI-1. Sementara Mega baru menjabat presiden pada 23 Juli 2001.


"Apa yang disampaikan oleh Megawati merupakan kesalahan yang sangat telak. Ada jarak waktu yang dia lupakan," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu.

Sangat mungkin hal ini terjadi akibat faktor kealpaan semata mengingat faktor usia Mega yang sudah menginjak 70 tahun. Kalau dugaan ini benar maka dapat dimaklumi ada perjalanan sejarah yang terlupakan oleh Mega.

Namun, kalau mencermati begitu yakin Mega mengatakannya di hadapan massa kampanye, bisa jadi klaim tersebut sudah tercetak mengakar di alam bawah sadarnya. Dan kalau ini yang terjadi maka ada kemungkinan Megawati terkena gejala post power syndrom.

"Tapi untuk sampai kepada kesimpulan ini perlu pendalaman dari ahli," katanya.

Jika dicermati ke belakang, sebut Sya'roni, Mega sebagai ketua umum partai pemenang pemilu mestinya yang paling layak maju dalam Pilpres 2014. Namun sayang karena pertimbangan lain, PDIP menyerahkan peluang emas tersebut kepada Joko Widodo, yang akhirnya dalam Pilpres 2014 berhasil mengalahkan Prabowo.

Padahal kalau saat itu yang maju sebagai capres adalah Mega, kemungkinan untuk menang juga terpampang lebar. Karena waktu itu rakyat sudah jemu dengan gaya kepemimpinan SBY, dan rakyat mengetahui yang konsisten menjadi oposisi adalah Mega.

"Tapi sayang, waktu itu Mega terlalu takut mengambil resiko dan melewatkan kesempatan terbuang percuma," katanya.

"Nah, bisa jadi keputusan ini masih disesali Mega hingga sekarang. Makanya wajar jika romantisme sebagai presiden sesekali terucap olehnya. Sayang untuk kasus Banten, Megawati membuat klaim yang salah," demikian Sya'roni.[zul]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya