Berita

Foto/Net

Bisnis

INKA Siap Produksi 340 Kereta Pesanan Bangladesh & Sri Lanka

Genjot Pasar Ekspor
SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Industri Kereta Api/INKA (Persero) terus menggenjot pasar ekspor salah satunya tengah mempersiapkan produksi 340 kereta untuk Bangladesh dan Sri Lanka pada Tahun 2017.

Direktur Utama INKA Agus Purnomo mengklaim, pihaknya sudah dapat men­guasainya pasar domestik.

Sehingga, saat ini sedang mendongkrak pasar ekspor untuk menguatkan eksistensi kinerja perusahaannya.


"Tahun ini kami sedang me­nyiapkan pengerjaan kereta pesanan Bangladesh tahap dua sebanyak 250 kereta, dan Sri Lanka sebanyak 90 kereta rel diesel elektrik (KRDE)," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/2).

Diakuinya, untuk kedua pengerjaan proyek tersebut, nilai total kontraknya menca­pai 200 juta dolar Amerika.

Ia berharap, kedua proyek bisa lolos secara teknikal. Untuk Bangladesh, kata dia, kepastian INKA dilibatkan atau tidak diperkirakan akan diketahui sekitar Maret atau April tahun ini.

"Sedangkan kepastian dari pihak Sri Lanka akan diketahui pada akhir bulan ini," katanya.

Ia optimistis, pengerjaan proyek kereta Bangladesh dan Sri Lanka akan jatuh ke pihaknya.

Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya INKA pernah memproduksi dan menyele­saikan pesanan kereta untuk kedua negara tersebut dengan predikat bagus.

Untuk Bangladesh tahun lalu sudah selesai mem­produksi pesanan sebanyak 150 kereta dengan nilai kon­trak mencapai 72 juta dolar Amerika Serikat.

"Selain itu, INKA juga per­nah menyelesaikan kereta-kereta pesanan dari Sri Lanka, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, bahkan Australia," tuturnya.

Meski demikian, ia men­gakui, terdapat saingan berat dari negara lain yakni Tion­gkok (China) dari segi harga karena tingkat suku bunga di Tiongkok lebih rendah.

"Dari segi kualitas, saya yakin INKA dengan China (Tiongkok) imbang. Saingan­nya hanya di soal harga saja," kata dia.

Selain itu, tingkat kom­ponen dalam negeri (TKDN) kereta yang akan diekspor ke Bangladesh dan Sri Lanka nantinya mencapai 60 persen lebih, sehingga produknya benar-benar dapat merepresen­tasikan karya dalam negeri.

"Ada beberapa komponen yang impor memang, tapi han­ya sekitar 25 hingga 30 persen. Sisanya merupakan komponen dalam negeri," imbuhnya.

Sejauh ini, beberapa pasar ekspor yang telah dipenuhi perseroan yakni pembuatan kereta untuk negara Malay­sia, Singapura, Bangladesh, Thailand, Sri Lanka, Filipina dan Australia.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) INKA, Mohammad Nur Sodiq menuturkan, pihaknya tidak hanya mengandalkan pasar da­lam negeri sehingga pasar ekspor terus digenjot guna mengopti­malkan kinerja perusahaan.

Karena itu, dibutuhkan du­kungan yang maksimal dari pemerintah untuk menguat­kan penguasaan pasar ekspor INKA.

Menurutnya, dukungan pe­merintah telah banyak men­dorong pertumbuhan perse­roan mulai dari kebijakan sektor fiskal, pajak, hingga bantuan keuangan lainnya.

"Jika semua departemen mendukung, seperti departe­men luar negeri, perindus­trian, dan keuangan semuanya bersinergi, saya yakin INKA akan luar biasa potensinya ke depan," katanya.

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT INKA selalu menang tender untuk meningkatkan cakupan pasar, baik domestik maupun ek­spor, di bidang perkeretaapian.

"Saya minta teman-teman INKA lebih bekerja keras supaya selalu menang tender dan menghasilkan produk yang bagus. Saya yakin, kalau langkah-langkah yang dilaku­kan tersebut berhasil, maka PT INKA bisa menjadi leader, kar­ena saingannya di Asia hanya China," tandasnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya