Berita

Foto/Net

Nusantara

Imam Priyono-Achmad Fadli Tanda Tangani Kontrak Politik Gerakan Jogja Berbudaya

MINGGU, 05 FEBRUARI 2017 | 21:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto turut menyaksikan secara langsung penandatanganan kontrak politik pasangan nomor urut 1 untuk pilkada Kota Yogyakarta, Imam Priyono-Achmad Fadli.
 
Kontrak politik dengan elemen relawan dari Komunitas Jogja Bangkit yang berasal dari berbagai ragam latar belakang keilmuan, akademisi, budayawan dan pakar dari beragam keahlian itu bertemakan "Gerakan Jogja Berbudaya".
 
Selain itu, turut hadir dalam penandatanganan kontrak politik unsur partai pengusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem Kota Yogyakarta, mahasiswa, perwakilan unsur masyarakat, dan relawan. Mereka menjadi saksi kesepakatan komitmen untuk mewujudkan sembilan hal dalam bingkai Yogyakarta sebagai Kota Cerdas Berbudaya.
 

 
Kontrak politik yang ditandatangani ini semakin memiliki bobot dan legalistas untuk dilaksanakan pasangan calon bila  nanti terpilih. Apalagi penandatangan disaksikan unsur masyarakat dan mahasiswa. Sebagai sekjen partai, saya akan mendorong hal itu bisa dilaksanakan,” ujar Hasto seusai penandatangan kontrak politik kepada pers di Yogyakarta, Minggu (5/2).
 
Menurut Hasto dari apa yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa ke rumah aspirasi pasangan nomor 1 itu, ada keingainan kuat menjadikan Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Indonesia.
 
Yogyakarta memiliki rekam jejak sejarah, kota pendidikan dan dengan seluruh nilai budayanya  menjadi taman sarinya Indonesia,” papar Hasto.
 
Sembilan hal yang disepakati untuk diwujudkan saat Imam Priyono-Achmad Fadli terpilih sebagai Walikota-Wakil Walikota Yogyakarta adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih berbudaya, pendidikan untuk semua, kesehatan untuk semua, ekonomi kreatif berkelanjutan, kota hijau hemat energi, tata ruang menuju kota berkelanjutan, aksesibiltas dan konektivitas, pariwisata berbasis budaya dan teknologi untuk kesejahteraan warga.

Di dalam kesempatan tersebut, selain menggelar dialog, diberikan juga kesempatan bagi seluruh hadirin untuk memberikan pesan dengan menuliskan pada selembar kertas yang ditempelkan ke simbol rumah aspirasi serta peluncuran lomba foto instagram yang fokus pada titik atau wilayah di Yogyakarta yang butuh perhatian bersama.
 
"Kontrak politik ini sebagai komitmen wujudkan kota Yogyakarta berbudaya, kota revolusi dan kota pendidikan bagi semua yang berbasis kebudayaan. Yogyakarta yang terkenal dengan filsafat dan kehidupan masyarakat yang rukun, akan mematrikan tekad kita bersama wujudkan Yogyakarta cerdas berbasis budaya," kata Hasto Kristiyanto.
 
Wulfram Ervianto dari Komunitas Jogja Bangkit menyatakan gerakan Jogja Berbudaya menawarkan alternatif solusi bagi kota Yogyakarta di masa depan.
 
"Kota Yogyakarta harus kembali ke ruh awalnya berdiri yaitu kota yang bertumpu pada akar budaya dengan nilai filosofisnya. Selain itu Yogyakarta harus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk dipadukan dengan nilai budaya Jawa sehingga kota Yogyakarta dapat jadi Kota Cerdas berbasis budaya," kata Wulram.
 
Wulfram menyebutkan, Komunitas Jogja Bangkit percaya pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli bisa mewujudkan sembilan hal yang telah dirumuskan untuk menjadi modal bagi kota Yogyakarta dalam membangun dan melaksanakan semua program yang direncanakan.
 
"Sekolah inklusif, penerbitan Kartu Jogja Cerdas, pembangunan kesehatan yang bisa diakses oleh semua warga termasuk difabel, pengembangan perekonomian kreatif dan upaya melahirkan wirausaha muda dari UMKM dan mewujudkan kota Yogyakarta yang hijau penting diwujudkan," katanya.
 
Imam Priyono-Achmad Fadli dalam dialog menyatakan rasa terima kasih atas perhatian dari publik yang begitu besar terhadap proses kampanye selama pilkada. Imam Priyono menyatakan dirinya akan serius dalam menjalankan komitmen yang tertuang dalam kontrak politik.

Dia mengatakan ada banyak sumber daya manusia, sebagai kota pelajar ini harus terus dipertahankan oleh kota Yogyakarta, butuh program pendidikan yang mendasar untuk melandasi sumber daya manusia, butuh sinergi antar pihak. 
 
"Saya berterima kasih atas perhatian yang besar dan respon positif dari publik Yogyakarta, gerakan Jogja cerdas berbasis budaya, dikenal sebagai kota pelajar. Ada kebutuhan dasar bidang kesehatan dan pendidikan yang jadi komitmen kuat kami untuk diwujudkan, lewat kartu Jogja cerdas dan Jogja sehat," kata Imam Priyono. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya