Berita

Net

Politik

Pemecatan Direksi Pertamina Kemungkinan Dipicu Kepentingan Kelompok

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 20:58 WIB | LAPORAN:

Pergantian direksi dalam sebuah BUMN merupakan hal wajar dan tergantung keputusan pemilik saham dan pemerintah yang diwakili Kementerian BUMN. Namun, pergantian pucuk direksi PT Pertamina (Persero) kali ini tercium aroma persaingan dan pertikaian internal yang diduga pasti disebabkan bukan hal sepele.

Demikian disampaikan mantan SP Deputi SKK Migas Iwan Ratmam menanggapi pergantian direktur utama dan wakil direktur utama Pertamina secara mendadak oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.   

"Adanya kelompok-kelompok dalam dewan direksi serta komisaris maupun Kementerian BUMN pasti berdampak atas kinerja perusahaan. Dan kemungkinan masalahnya dipicu oleh kepentingan-kepentingan kelompok, bukan masalah bagaimana meningkatkan kinerja perusahaan," jelasnya kepada redaksi, Jumat (3/2).


Menurut Iwan, pemerintah selaku pemegang saham terbesar di Pertamina seharusnya bersikap transparan. Mengingat BUMN adalah badan usaha milik rakyat, bukan milik pribadi atau kelompok. Karena itu, publik berhak tahu apa yang melatarbelakangi pergantian mendadak pucuk pimpinan Pertamina melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Apakah RUPS ini dipicu oleh kinerja perusahaan yang buruk atau apa. Jangan menjalankan manajemen BUMN layaknya manajemen warung kopi," beber pelaku bisnis minyak bumi dan gas (migas) tersebut.  

Selain itu, sebagai perusahaan strategis dan BUMN terbesar di Indonesia, maka penunjukkan dewan direksi Pertamina harus didasarkan kapabilitas dan pengalaman profesional. Bukan atas kedekatan personal apalagi nepotisme.

"Apabila kaidah-kaidah ini tidak dijalankan maka tinggal tunggu kehancuran Pertamina yang selama ini menjaga kebanggaan bangsa," tegas Iwan yang kini menjabat CEO PT Petro TC International.

Diketahui, Kementerian BUMN resmi memberhentikan Dwi Soetjipto sebagai direktur utama Pertamina dan Ahmad Bambang sebagai wakil direktur utama. Keputusan itu siambil sesuai dengan hasil RUPS PT Pertamina pagi tadi. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya