Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Sebelum Juni 2017, Bank Wakaf Ventura Ditargetkan Sudah Berdiri

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 17:49 WIB | LAPORAN:

Pembentukan Bank Wakaf Ventura Indonesia yang digagas oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)  sejak tahun 2014, telah mendapat respon positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).   

"OJK sangat mendukung program ini (pembentukan bank wakaf ventura Indonesia) dan mereka berharap sebelum Juni sudah berdiri," kata Wakil Bendahara Umum
ICMI, Suhaji Lestiadi yang juga anggota Pokja Pembentukan Bank Wakaf Ventura Indonesia di Jakarta, Jumat (3/2).

Bahkan, lanjut Suhaji, OJK tengah membantu proses legalitas lembaga tersebut.

Bahkan, lanjut Suhaji, OJK tengah membantu proses legalitas lembaga tersebut.

"Legalitas pembentukan bank wakaf ventura mereka support dan sudah siapkan, begitu sudah diajukan sudah langsung oke," katanya.

Hal itu dikarena pokja sudh jauh hari mengikuti perkembangan terkait dengan rencana pembentukan bank wakaf.

"Ada beberapa orang OJK yang masuk dalam anggota dari tim pokja yaitu, pak Firdaus Djaelani yang juga bendahara umum ICMI, pak Mochamad Mukhlasin  dan pak Edy Setiadi," papar pria yang juga Direktur Utama PT. Amanah Ventura Syariah.

Ia menyebutkan, keberadaan bank ventura Indonesia akan memberikan kemudahan bagi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ingin melakukan pengajuan peminjaman pembiayaan.

"Kita tidak melihat jaminan dulu, tapi prospek usaha kedepannya. Bukan berarti jaminan tidak perlu, jika usahanya punya prospek dan tidak ada jaminan, nanti bisa diasuransi dilembaga penjamin," ujarnya.

Lebih lanjut, Suhaji mengatakan, keberadaan lembaga ini diharapkan dapat mendorong perekonomian Indonesia melalui pendekatan pendampingan UMKM.

Pada tahap pertama akan ada 20 ormas Islam sebagai pemegang saham, dengan tiga pemegang saham pengendali, yaitu; Baznas, Badan Wakaf Indonesia dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya