Berita

Rizal Ramli/Net

Bisnis

Rizal Ramli: Konflik SARA Pecah Lagi, Ekonomi Indonesia Lebih Sulit Diperbaiki

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 16:52 WIB | LAPORAN:

Ekonomi Indonesia bisa betul-betul hancur akibat konflik berlatar SARA.

Ekonom senior, Rizal Ramli bahkan memprediksi perekonomian Indonesia akan lumpuh sampai minus lima hingga delapan persen.

"(Kalau ada krisis lagi) ekonomi kita bisa mundur sampai delapan tahun dan akan lebih parah dari krisis di tahun 98," kata Rizal di Masjid Lautze, Jakarta Pusat, Jumat (3/2)


Rizal menjelaskan, saat diterjang krisis 98, ekonomi Indonesia lebih mudah bangkit. Karena pada tahun itu meski krisis dari segi moneter atau finansial, harga komoditas masih terbilang tinggi.

"Makanya dulu masyarakat di luar Jawa yang ekonominya bergantung pada komoditas makmur. Sekarang ekonomi kita tidak begitu. Komoditi kita belum bangkit," kata mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu

Makanya di era pemerintahan B.J Habibie, perbaikan ekonomi bisa mudah digenjot dari minus 13 persen menjadi minus lima persen. Berlanjut terdongkrak ke positif 4,5 persen di masa Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Jadi bukan hal yang mudah. Kalau sekarang konflik SARA pecah, ekonomi kita akan jauh lebih sulit bangkit dibanding krisis tahun 98," terang Rizal.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya