Ucapan Ahok di sidang penistaan agama, Selasa (31/1) lalu, bikin heboh kondisi politik negeri ini. Suasana pun kembali gaduh. Terulangnya hal ini memunculkan pertanyaan: ini terjadi akibat mulut Ahok yang amat tajam atau kuping kita yang tipis.
Oktober lalu, Gubernur Jakarta bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini juga bikin heboh setelah pernyataan soal Surat Almaidah ayat 51 di Kepulauan Seribu dianggap menistakan agama. Ahok pun dipolisikan. Tak cukup sampai situ, dua kali masyarakat menggelar demo besar-besaran meminta agar Ahok segera diproses hukum dan ditahan. Suasana agak reda setelah polisi menyatakan Ahok sebagai tersangka.
Kini persoalan serupa terulang setelah Ahok dianggap menyudutkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Ma'ruf Amin saat menjadi saksi di persidangan Ahok. Berbagai elemen Nadhatul Ulama pun marah. Maklum soalnya Ma’ruf Amin adalah Rais Am ormas Islam terbesar di Indonesia.
Untuk meredakan hal ini, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan pun sudah mengunjungi Ma'ruf Amin, Rabu (1/2) lalu di kediamannya di Koja, Tanjung Priok. Ikut hadir di pertemuan itu Kapolda Metro Jaya M Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen Theddy Lhaksmana.
Kemarin, Luhut mengungkap isi pembicaraannya dengan Kiai Ma'ruf, lewat keterangan tertulis yang disebar kepada wartawan. Eks Kepala Staf Kepresidenan itu bilang, kedatangannya bukan sebagai menteri tapi sebagai teman baik, teman yang sudah kenal lama.
"Kiai Ma'ruf, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya kepada media, mengatakan ia memaafkan Ahok. Itu saja. Pak Kiai Ma'ruf dan saya sepakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian di Indonesia ini," tuntasnya di sela kunjungan kerja ke Pulau Nipa, Kepulauan Riau, kemarin.
Presiden Jokowi mengaku tak mengetahui soal pertemuan ini dan merasa tidak memberikan instruksi kepada Luhut. Meski begitu, dia menyambut positif, inisiatif yang dilakukan Luhut. "Baik (pertemuan itu) kalau untuk kebaikan negara," kata Jokowi.
Jubir Presiden, Johan Budi yang sudah mendapat cerita langsung dari Luhut menyampaikan hal serupa. Dia bilang itu pertemuan personal. Sehingga tak perlu dipersepsikan macam-macam. Tujuan Luhut ke sana pun cuma say hallo. "Ia (Luhut) bilang salaman masuk ke rumahnya, ngobrol. Bahkan Pak Ma'ruf Amin bilang, kok Pak Luhut, kaget saya. Dia bilang gitu. Lalu keluar pulang," kata Johan, mengutip cerita Luhut.
Terpisah, Ma'ruf Amin menyatakan sudah memaafkan Ahok. "Ya tentu kalau sudah minta maaf, saya maafkan. Itu kan artinya minta maaf, dimaafkan, kan selesai," kata Kiai Ma'ruf, di kediamannya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, kemarin.
Nah, jika Ahok hendak menemuinya untuk minta maaf langsung sekaligus bersilaturahmi, Ma'ruf mengatakan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Rais Aam Syuriah atau Dewan Penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan semua ada saatnya. "Belum dulu, ya nantilah. Kapan-kapan ada waktunya. Ada saatnya," ujarnya.
Kedatangan Luhut ini dikritik dai kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym lewat akun Twitter dan Instagram miliknya, kemarin. Di akun Twitter miliknya, @aagym, bercuit begini: "Rasanya tak rela melihat aparat kita harus pontang-panting siang malam hanya untuk 'memadamkan' api yang disulut oleh oknum bermasalah ini," kicau pemilik 2,08 juta followers ini.
Kicauan selanjutnya, Aa Gym mengajak semua pihak menahan diri, dan tetap jernih dalam bertindak. "Walau geram, jangan sampai negeri kita pecah dan rusak hanya karena ulah 'seorang'," ujarnya.
Kicauan Aa Gym diakhiri dengan sebuah nasihat. "Kekuatan terbesar dan mendasar dari seorang pemimpin adalah akhlaqnya, bila buruk akhlaqnya dipastikan akan buruk pula kepemimpinannya," pungkasnya.
Pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung ini tak menyebut siapa "oknum" dan "seseorang" yang disebut dalam kicauannya itu. Namun followernya seperti sudah paham, orang yang dimaksud Aa Gym adalah Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dosen UII Masnur Marzuki misalnya me-retweet cuitan Aa Gym sambil berkomentar. "Aa tak perlu ragu lagi sebut langsung Ahok kok A'. Jika yang disasar memang beliau," sarannya, sambil me-mention akun Ahok @basuki_btp.
Baru di akun Instagramnya, Aa Gym mempertegas maksud cuitannya. Dia mengunggah capture berita online yang menurunkan berita kunjungan Luhut, Kapolda Metro Jaya M Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen Theddy Lhaksmana ke kediaman Ketua MUI Ma'ruf Amin, Rabu malam. Dalam "Rasanya sedih lihat aparat kepolisian dan TNI harus pontang-panting, siang malam, untuk memadamkan api yang disulut berulang-ulang oleh oknum yang jadi sumber masalah bagi kita semua," tulis Aa Gym memberi caption foto tersebut. Sampai tadi malam, postingan itu diberi tanda hati oleh 24,750 pengguna.
Pengamat politik Universitas Indonesia Syafuan Rozy menilai, sebenarnya pertanyaan dan pernyataan yang dibuat Ahok menanggapi kesaksian Kiai Ma'ruf Amin masih wajar. Tidak ada bentakan atau hujatan seperti yang beredar di grup-grup
WhatsUp. Jika ada yang diluar kewajaran, kan ada hakim yang bisa menegur Ahok dan kuasa hukumnya.
"Tapi di mata masyarakat, terutama anggota NU, ini terasa sensitif sekali. Ini yang jadi pertanyaan. Apa memang mulut Ahok yang tajam atau kuping kita yang tipis," ujar Syafuan. Jawaban pertanyaan itu, kata Syafuan, hanya bisa dijawab oleh masyarakat sendiri. ***