Berita

Foto/Net

Politik

Mendagri: Pejabat Negara Boleh Jadi Pembina Ormas

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membolehkan pejabat negara menjadi pembina di organisasi kemasyarakatan (Ormas). Asalkan, ormas tersebut tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Tak hanya itu, kemendagri juga tidak melarang organisasi asing untuk melakukan kegiatan di Indonesia. Demikian dika­takan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta kemarin.

Pemerintah, kata Tjahjo, menghormati setiap hak warga negara untuk berserikat, ber­kumpul, dan membentuk sebuah organisasi. Yang penting, ormas tersebut tidak bertentangan den­gan Pancasila dan UUD 1945.


"Pokoknya organisasi itu mengakui ideologi negara, bendera merah putih, Pancasila, lagu Indonesia raya, UUD 1945 dan kebhinekaan," kata Tjaho.

Ditegaskan Tjahjo, negara sudah mengatur syarat berdi­rinya sebuah ormas di Indonesia. Syarat itu pun, tidaklah terlalu sulit. Cukup mengakui Pancasila sebagai dasar negara dan tidak membawa paham lainnya, seper­ti komunis. "Yang berbau komu­nis itu, tidak ada toleransi untuk ormas tersebut," kata dia.

Tjahjo menjelaskan, pemerin­tah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 Tahun 2016, yang merupakan im­plementasi dari Pelaksanaan Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Nah lewat PP tersebut, nanti­nya pemerintah akan terus memonitor aktivitas ormas di Indonesia. Hal yang akan di­monitor, yakni terkait azas yang dianut ormas beserta tujuan pendirian ormas. "Dalam PP itu ada beberapa prinsip yang harus ditaati. Ormas atau kelompok yang berbau komunis itu dila­rang," tegas Tjahjo.

Saat ini, ormas yang terdaf­tar di Kemendagri masih ber­jumlah ratusan. Itupun hanya berdasar surat keterangan dari Kemendagri.

"Saat ini total ormas yang ada sebanyak 6.397 sedangkan yang terdaftar di Kemendagri yakni sebanyak 287 ormas. Sebanyak 287 ormas ini tidak berbadan hu­kum namun dalam bentuk pem­berian surat keterangan yang dinyatakan terdaftar. UUD 1945 melindungi hak warga negara untuk berserikat," jelasnya.

Tjahjo juga menegaskan, pihaknya tidak akan melarang organisasi asing untuk melaku­kan kegiatan di Indonesia. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), setidaknya ada 66 Ormas yang dimiliki negara as­ing di Indonesia.

Namun dia memastikan organ­isasi asing ini tetap mendapat pen­gawasan dari pemerintah. "Saat ini Pemerintah telah memperkuat keberadaan ormas asing dengan adanya PP No. 59 Tahun 2016 ten­tang ormas yang didirikan Warga Negara Asing," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan sosial ke­pada ormas dalam kegiatannya. Namun bantuan ini lebih terkait dengan dana hibah dan bantuan sosial.

"Bantuan kepada ormas san­gat penting sekali, bagaimana pemerintah bisa membantu sep­erti pembangunan rumah ibadah, dan lain-lain," kata Tjahjo.

Adapun bantuan tersebut han­ya diberikan kepada ormas yang memiliki sistem organisasi jelas dan tidak terbelah.

"Kepengurusan ormas harus jelas, karena ada ormas yang banyak dua pengurusan, itu juga ada," tutur Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo juga memastikan pemerintah tidak melarang setiap orang bahkan para pejabat negara untuk ter­gabung dalam ormas. "Setiap orang boleh merangkap lima atau sepuluh ormas, tidak ada larangan, pejabat negara juga bisa jadi pem­bina," tandasnya. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya