Berita

Foto/Net

Hukum

Tindak Tegas Tuh, Oknum Aparat Ikut Main Kejahatan Narkotika

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kepolisian diminta member­antas kejahatan narkotika yang melibatkan oknum perwira di institusi Bhayangkara itu. Seperti, terungkapnya sejumlah bandar be­sar narkoba seperti Freddy Budiman yang diduga juga menyeret sejum­lah oknum aparat.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar menyampaikan, pantauan dan pengawasan penanganan ket­erlibatan oknum aparat dalam permainan kejahatan narkotika tidak akan berhenti.

Ukuran-ukuran kesuksesan pemberantasan kejahatan narko­tika, menurut dia, juga dapat dipantau dari sejauh mana in­stitusi negara menindak dan menghukum oknum aparaturnya yang terlibat.


Sejauh ini, menurut Haris, pascatestimoni bandar narkoba Freddy Budiman yang sudah dieksekusi mati, Mabes Polri mulai serius menangani kasus narkoba. "Ada pergantian be­berapa yang 'main'," katanya.

Haris mengingatkan, adanya dugaan penyalahgunaan we­wenang oknum petinggi polisi ini. Hal itu sudah mengindikasi­kan perlunya pengawasan inter­nal kepolisian, khususnya untuk kasus narkoba.

Sebelumnya Polri menemukan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh seorang perwira menengah polisi. Dia diduga memeras terpidana mati kasus narkoba bernama Chandra Halim alias Akiong.

Indikasi ini ditemukan oleh Tim Pencari Fakta Gabungan (TPFG) bentukan Polri ketika tim tengah mengusut kebenaran isu aliran dana dari terpidana mati mendiang Freddy Budiman kepada pejabat Polri.

"Soal aliran dana dari Akiong ke seorang pamen (perwira me­nengah) sedang diusut Propam (Polri). Aliran dananya Rp 668 juta. Itu bukan dari Freddy (Budiman)," kata anggota TPFG, Effendi Gazali.

Selain dana tersebut, tim juga mengendus adanya aliran dana lainnya dari Akiong ke pamen berinisial KPS yang dilakukan secara bertahap. Rincian dugaan aliran dana itu yakni sebesar Rp 25 juta, Rp 50 juta, Rp 75 juta, Rp 700 juta, dan Rp 1 miliar.

Akiong merupakan terpi­dana mati kasus narkoba yang kini dipenjara di sebuah lapas di Sumatera Utara. Propam dan Bareskrim Mabes Pori sampai sekarang masih memproses pemeriksaan terhadap perwira menengah berinisial KPS ini, yang diduga memeras terpidana mati kasus narkoba bernama Chandra Halim alias Akiong.

"Statusnya terperiksa di Propam dan Bareskrim. Proses pemerik­saannya berjalan simultan baik di propam dan tipikor," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta. Dia menambahkan saat ini pamen KPS itu sampai sekarang masih nonjob. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya