Berita

Politik

PILGUB BANTEN 2017

Jubir Timses: Jaga Kemenangan WH-Andhika!

KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 | 16:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kubu Wahidin Halim-Andika Hazrumy tak mau jumawa. Disebut lembaga survei bakal mengungguli pasangan petahana, timses dan simpatisan malah diminta untuk terus berjuang meraih dukungan warga Banten.

Survei terbaru pilgub Banten 2017 yang dirilis Lembaga Survei Politik (LSP) Indonesia menyebut, duet WH-Andika meraih dukungan 39,50 persen, unggul 7,40 persen dari Rano-Embay yang hanya memperoleh 32,10 persen dukungan.

"Semua pendukung WH-Andika wajib mengawasi jangan sampai terjadi kecurangan. Terus turun dan jaga TPS masing-masing. Raihlah simpati pemilih sebanyak mungkin," kata Jurubicara WH-Andika, Jazuli Abdillah, Kamis (2/2).


Jazuli merasa tak aneh dengan hasil survei LSP Indonesia ini.

"Di survei internal kami juga kita menang," jelasnya.

Survei LSP Indonesia dilaksanakan 21 hingga 27 Januari 2017 dengan jumlah responden 800 orang. Hasilnya, WH-Andika meraih 39,50 persen dan Rano-Embay 32,10 persen. Peneliti LSP Syaf Zulkarnai mengatakan ada sisa suara sebanyak 28,40 persen menyatakan rahasia, tidak tahu atau tidak menjawab.

"Pada umumnya 10 hari menjelang pemungutan suara sudah tidak mungkin mengubah pilihan. 61,4 persen menyatakan pilihannya sudah mantap, tidak akan berubah," ujarnya.

Syaf menambahkan, peserta pilkada Banten hanya dua paslon yakni petahana melawan penantang. Bagi pemilih yang tak puas dengan kepemimpinan petahana pilihannya tak banyak, memilih penantang atau goplut.

"WH diuntungkan karena banyak responden ragu dengan kemampuan Rano memimpin Banten ke depan, belum lagi pendampingnya yang dianggap tidak memiliki pengalaman di pemerintahan," ujar Syaf.

LSP Indonesia mengklaim tingkat margin of error dalam surveinya sebesar 3,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah KK terpilih di seluruh Banten sebanyak 800 KK yang terpilih di sejumlah kabupaten/kota.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya