Berita

Bisnis

Dirjen Kementerian PUPR: Iklim Investasi Masih Terpusat Di Jawa

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 12:58 WIB | LAPORAN:

Indonesia pada dasarnya sangat beruntung menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia sekitar 22,5 juta penduduk.
Dengan jumlah penduduk sebesar ini dapat mendongkrak perekonomian nasional.

Namun sayangnya, menurut Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto, penyebaran penduduk Indonesia belum merata. Sekitar 57,5 persen tinggal di wilayah Pulau Jawa.

"Ini sangat tidak baik. Akhirnya mempengaruhi iklim investasi yang selama ini terbukti hanya terpusat di Jawa saja. Hal ini tak baik untuk investasi. Tak heran jika selama ini ada gap antara Pulau Jawa dengan pulau lainnya," kata Arie di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/1).

"Ini sangat tidak baik. Akhirnya mempengaruhi iklim investasi yang selama ini terbukti hanya terpusat di Jawa saja. Hal ini tak baik untuk investasi. Tak heran jika selama ini ada gap antara Pulau Jawa dengan pulau lainnya," kata Arie di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/1).

Arie menjelaskan, gap antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur juga begitu luas sehingga menyebabkan biaya logistik menjadi sangat mahal.

"Akhirnya menimbulkan beberapa kerugian, mulai dari investasi yang tidak merata, biaya logistik hal ini merugikan, padahal Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah tapi belum dimanfaatkan dengan baik," katanya.

Hal inilah yang melatari pemerintahan Presiden Joko Widodo mengubah pola pembangunan yang dimulai dari luar Pulau Jawa.

"Dengan begitu, pembangunan dan perekonomian dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. `Ini yang menjadi konsen kami dalam beberapa tahun ke depan," tandasnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya