Berita

Argo Yuwono/Net

Hukum

Kicauan Ade Armando Berbau SARA

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 12:41 WIB

Kicauan dosen komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Ade Armando di Twitter masuk dalam kategori mengusik SARA.

Begitu tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono jelang pemeriksaan Ade Armando di Mapolda Metro Jaya yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (31/1).

Dijelaskan Argo bahwa  Ade sudah mengeluarkan pernyataan dalam Twitter yang bernada SARA dan menghujat etnis lain. Ade menulis kicauan itu di Twitter dan Facebok pribadinya pada tanggal 20 Mei 2015.


"Yang bersangkutan menulis 'Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphon, Blues'," terang Argo seperti diberitakan RMOLJakarta.com.

Argo mengatakan, pelapor sempat meminta Ade untuk meminta maaf dengan membalas akun Twitternya. Tetapi Ade tidak meminta maaf.

Sementara itu, Ade Armando malah mempertanyakan dasar polisi menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus penyebaran kebencian. Menurutnya, apa yang dilakukannya adalah bentuk pembelaan bahwa Tuhan bukanlah manusia yang memiliki latar belakang suku.

"Tuhan sama sekali tak bisa disamakan dengan manusia, apalagi manusia Arab. Karena Tuhan Maha Besar, Maha pengasih," kata Ade.

Penyidik telah menetapkan Ade sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 156 A dan atau Pasal 28 Ayat 2 UU Informasi Teknologi Elektronik (ITE). [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya