Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Anak Buah Penyuap Emirsyah Satar Diperiksa KPK

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 11:35 WIB | LAPORAN:

Pegawai PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Grup, Sallywaty kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pembelian mesin pesawat dari Roll-royce di PT Garuda Indonesia.

Anak buah Soetikno Soerdarjo itu bakal diperiksa sebagai saksi tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

"Dia akan diperiksa untuk tersangka ESA," kata Jurubicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (31/1).


Diketahui, Sallywati merupakan salah satu dari tiga orang yang dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Kuat dugaan Sallywati akan dimintai keterangan sepuar aliran dana suap Soetikno kepada Satar. Terkait hal tersebut, Febri belum mau berkomentar banyak lantaran belum mendapatkan informasi dari penyidik mengenai peran Sallywati dalam kasus suap yang menyeret Emirsyah Satar dan Soetikno Soerdarjo sebagai tersangka.

"Saya belum disampaikan materi penyidikan oleh penyidik," ujar Febri.

Emirsyah yang sekarang menjadi Chairman Mataharimall.com diduga menerima suap dari Soetikno. Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Uang yang diterima Emirsyah senilai 2 juta dolar AS. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas dugaan itu, Emirsyah diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sementara Soetikno yang diduga sebagai pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab UU Hukum Pidana.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya