Berita

Hukum

Terkait Patrialis, KPK Bakal Panggil Pihak Kementan Dan Kemendag

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 22:43 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil pihak Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pemanggilan ini untuk mengklarifikasi terkait ditemukannya stempel di kantor Basuki Hariman PT Sumber Laut Perkasa di Sunter, Jakarta Utara. Diduga, stempel ini dipergunakan untuk memudahkan proses masuknya daging impor ke Indonesia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan pemanggilan pihak Kementan dan Kemendag untuk mengetahui keterkaitan sejumlah stampel atau cap yang disita KPK.

"Penyidik akan mempertimbangkan relevansinya jika relevan akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi," ujar Febri di Kantornya, jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/1).


Sebelumnya, KPK mengeledah empat lokasi untuk mencari jejak tersangka dan barang bukti terkait kasus dugaan suap terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Empat lokasi itu yakni, rumah tersangka bos impor daging Basuki Hariman di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kemudian, rumah tersangka Hakim MK Patrialis Akbar di Cipinang, Jakarta Timur. Ruang kerja Patrialis di gedung MK, Jakarta Pusat, serta kantor Basuki di PT Sumber Laut Perkasa di Sunter, Jakarta Utara.

Dari pengeledahan penyidik mengamankan sejumlah dokumen, barang bukti elektronik hingga stempel Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, lebel halal yang tertulis dari negara pengekspor daging seperti Austalian Halal Food services, Islamic coordinating council of Victoria, Queensland, Kanada, dan Tiongkok.

"Indikasi agar impor daging lebih mudah masuk ke Indonesia. Beberapa lembaga yang terkait import daging itu kami temukan informasi awalnya dan kami melakukan penyitaan apa yang sebenarnya dilakukan di perusahaan BHR (Basuki Hariman) dan bagaimana peran BHR dalam perbuatan-perbuatan tersebut. Kewenangan KPK adalah sebatas tipikor," ujar Febri.

Pengeledahan ini merupakan tindaklanjut KPK terkait kasus dugaan suap terhadap Hakim MK yang telah menyeret empat tersangka. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya