Berita

Foto/Net

Nusantara

Megawati Yakin Hana-Toni Lanjutkan Kejayaan Gorontalo

MINGGU, 29 JANUARI 2017 | 19:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenang kejayaan Provinsi Gorontalo saat dia masih menjabat Presiden RI.

Dalam orasi politik saat kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Hana Hasanah Fadel Muhammad-Toni Junus (HATI), Minggu (29/1) di Lapangan Pemuda Taruna Kota Gorontalo, Mega bahkan bercerita mengenai proses provinsi ini dibentuk hingga kejayaan sebagai penghasil jagung terbesar di Indonesia.

"Saya sekarang ini sapa rakyat Gorontalo," kata Mega memulai orasinya.


Mega mengaku sengaja datang ke Gorontalo lagi, setelah sekian lama tidak pernah berkunjung ke provinsi yang terletak di semenanjung Sulawesi Utara ini.

Putri proklamator RI ini menjelaskan, ketika penentuan cagub-cawagub Gorontalo, pihaknya merapatkan dengan DPP PDI Perjuangan Gorontalo. Ketika itu, dia berpikir siapa yang akan dijadikan sebagai pemimpin Gorontalo yang akan datang.

"Kalau memang aspirasi rakyat Gorontalo, insya Allah akan memilihnya," kata Mega.

Lalu, dia pun selaku ketum partai berlambang banteng moncong putih bertanya kepada Fadel Muhammad. Fadel merupakan gubernur pertama yang sukses memimpin Gorontalo, yang juga suami Hana Hasanah.

Mega dan Fadel juga sudah pernah punya hubungan baik. Saat Mega menjabat presiden, Fadel ketika itu sebagai gubernur. Di era Mega pula, lahir UU 28/2000 tertanggal 22 Desember 2000 yang menjadikan Gorontalo sebagai provinsi ke-32 di Indonesia.  

"Memang benar pada waktu saya menjadi presiden, ketika aspirasi dari rakyat menghendaki untuk diadakan sebuah provinsi yang akhirnya disebut Gorontalo," ujar putri Proklamator RI Bung Karno, itu.

Mega melanjutkan, saat itu memang Fadel bukan berasal dari PDI Perjuangan. Melainkan kader Partai Golkar.  "Bagi saya, dengan rasa kebangsaan saya, saya tidak pernah melihat siapa pemimpin yang akan dipilih (kala itu)," kata dia.

Kala itu, Mega juga menanyakan apa yang akan dihadirkan Fadel di Gorontalo setelah menjadi provinsi. Sebab, tegas Mega, sebagai pemimpin harus punya tujuan memakmurkan dan menyejahterakan rakyat.  

"Pak Fadel bilang ingin menjadi provinsi pertanian, khususnya jagung. Nah, saya lihat hal ini sangat baik karena di seluruh provinsi di Indonesia, belum ada satu provinsi pun yang menjadi sentra jagung," katanya.

Mega pun sebagai presiden kemudian tiga kali datang untuk memompa semangat rakyat membangkitkan pertanian Gorontalo, yang mempunyai komoditas andalan jagung. Dia yakin, Gorontalo bisa menjadi provinsi jagung andalan tingkat nasional.  

Akhirnya, benar saja, jagung Gorontalo pun bisa dinikmati masyarakat. Tidak hanya Gorontalo, Indonesi, tapi juga berbagai negara di dunia. Gorontal menjadi provinsi pengekspor jagung.

Namun, kata Mega, setelah dia tidak menjadi presiden lagi, banyak mendapat laporan dari jajaran PDI Perjuangan di daerah bahwa dari hari ke hari pertanian Gorontalo menurun.

"Setiap hari sebagai ketua umum partai, saya mendapatkan laporan ternyata dari hari ke hari pertanian di Gorontalo menurun. Sentra jagung sudah tidak jadi sebuah andalan.  Benar apa tidak?" tanya Mega kepada massa. "Benar," tegas massa menjawab Mega.

Nah, semangat mengembalikan kejayaan pertanian Gorontalo itu yang turut mengantarkan pilihan PDIP kepada Hana Hasanah Fadel Muhammad. Mega menjelaskan, dalam rapat dengan jajaran partai, dia berpikir siapa yang akan bisa kembali melanjutkan program yang telah dilakukan Fadel Muhammad sebagai gubernur.

"Lalu saya pikir-pikir tentunya seorang gubernur biasanya istrinya pasti akan membantu suaminya," ujarnya.

Dia lantas mengutus orang menanyakan pada keluarga Fadel, menanyakan kesediaan menjadikan Hana sebagai cagub. "Saya utus untuk bertanya apakah diizinkan ibu yang cantik ini, Ibu Hana,  mau meneruskan konsep program yang pada waktu itu dilakukan untuk dibangkitkan kembali," kata Mega.

Massa pun bersorak gembira mendengar orasi politik itu. "Apa saudara bersedia memilih beliau (Hana)?" tanya Mega. "Bersedia," tegas massa.

Tapi, Mega tidak percaya begitu saja. Dengan naluri politiknya dia menguji kesungguhan ucapan warga tadi. Mega mengatakan, dia sudah lama bermain politik. Berpuluh tahun mempunyai panggung politik.

"Saya juga ketua umum partai yang terlama di Indonesia. Jadi, saya bisa tahu bisa melihat mana orang yang hanya ingin melihat dan yang datang memilih secara hati nurani," kata Mega disambut tepuk tangan massa.

Mega menegaskan, kalau massa yang datang termasuk nanti mengajak keluarga, teman dan sahabatnya memilih nomor 1, maka Hana-Toni akan memenangkan pertarungan.

"Kalau sebegini banyak yang datang lalu seluruhnya memilih simbol nomor satu sesuai hati nurani, maka saya yakin seyaki-yakinnya,  haqqul yakin bahwa Ibu Hasana dan Toni akan bisa memenangkan pilkada," kata Mega.

Dia menegaskan, Hana-Toni sudah tidak perlu mengumbar janji lagi. Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menyejahterahkan rakyat.  

"Yakni menjadikan Provinsi Gorontalo untuk jagung," kata Mega.

Kampanye Hana-Toni ini dihadiri pula Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sutarduga, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, politikus PPP Suharso Monoarfa.

Ada pula Ketua DPD PDI Perjuangan Gorontalo Kris Wartabone dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Gorontalo Hans Rahman Tumulo dan politikus PDI Perjuangan yang juga mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad. Termasuk, Gubernur Gorontalo pertama Fadel Muhammad.   

Pasangan HATI dalam pilkada Gorontalo 2017 ini juga didukung PPP, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasdem. [ian]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya