Berita

Foto: Mahitala Unpar

Nusantara

Wissemu Mahitala Unpar Mohon Doa Restu Selesaikan Misi Seven Summits

MINGGU, 29 JANUARI 2017 | 08:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dua pendaki wanita dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Katolik Parahyangan (Mahitala Unpar), yakni Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) akhirnya berhasil mengibarkan merah putih di puncak gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) pada awal Januari lalu.
 
Ini puncak gunung ke lima tertinggi di dunia yang didaki Tim Women of Indonesia's Seven Summit (Wissema). Dua gunung yang akan mereka daki berikutnya adalah Everst Nepal dan Denali Alaska.

Apabila mereka berhasil, maka Fransiska dan Mathilda menjadi perempuan ke 34 dan 35 dari seluruh dunia yang mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di dunia.


Empat puncak gunung lainnya yang telah digapai mereka adalah Cartensz Pyramid di Papua, Elbrus di Rusia, Kilimanjaro Tanzania, Aconcagua di Argentina.

Fransiska yang ditemui saat acara Penyambutan Kepulangan Tim The Women of Indonesia’s 1 Summits Expedition Mahitala Unpar dalam pendakian gunung Vinson Massif, Antartika di kampus Universitas Katolok Parahiyangan, Sabtu (28/1) mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas keberhasilannya dalam mendaki lima  gunung tertinggi dunia. Dan dia memohon doa restu kepada seluruh rakyat Indonesia agar tim ekspedisi ini mampu menyelesaikan misi mendaki dua gunung tertinggi lagi.

"Kami persembahkan keberhasilan ini untuk Indonesia," katanya.

Dia pun mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini. Baginya dukungan yang diberikan kepada mereka merupakan kekuatan untuk menyelesaikan misi ini.

"Ini karya kami bidang pendakian. Semoga pemuda yang lain bisa terus berkarya untuk bangsa," katanya.

Hal senada juga diutarakan Mathilda. Menurutnya, pemuda Indonesia harus terus berkarya sesuai bidangnya masing-masing yang sedang mereka tekuni. Ia pun berpesan sebagai pemuda harus berani bermimpi dan melakukan langkah-langkah yang besar.

"Yang kami lakukan ini sulit dan berat. Karena kami mempunyai mimpi ingin mengharumkan nama bangsa kami berani meskipun saya adalah perempuan," kata mahasiswi jurusan Hubungan Internasional ini.

Kemajuan bangsa, menurut dia, harus diisi perempuang yang tangguh dan pemberani dalam melakukan hal yang positif.

Ia juga berharap pemerintah terus menggali potensi yang dimiliki oleh para pemuda Indonesia dan mendukungnya selama positif.

"Saya berterima kasih selama ini pemerintah membantu kami," tutupnya.[wid] 

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya