Berita

Foto/Net

Hukum

Intelek Saja Ketipu ISIS

JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 09:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Magnet ISIS bagi warga negara Indonesia masih saja kuat. Upaya WNI masuk ke zona perang di Irak maupun Suriah masih terus terjadi. Kali ini, ada satu keluarga mampu, bahkan kepala keluarganya seorang intelek lulusan Australia, dideportasi dari Turki karena hendak bergabung dengan kelompok radikal tersebut.

Diungkapkan Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, pihaknya telah mengamankan satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan tiga orang anak sejak Selasa (24/1). Saat itu, kelima WNI tiba di Bandara Ngurah Rai Bali lantaran dideportasi dari Turki. "Mereka diamankan atas dugaan dideportasi dari Turki ke Indonesia atas keterlibatan sebagai anggota ISIS," ujar Hengky kepada awak media di Pressroom Humas Polda Bali, kemarin.

Hengky menjelaskan, kelima WNI tersebut termonitor petugas keamanan Turki dengan dugaan ingin bergabung dengan ISIS lantaran kerap berpindah-pindah tempat dalam kurun waktu tiga bulan. Sekeluarga itu sudah tiga bulan di Turki namun belum sempat menuju zona tempur. "Selama sekitar tiga bulan mereka di Turki berpindah dari satu apartemen ke apartemen lain. Kemudian termonitor oleh pemerintah Turki dan petugas keamanan Turki sehingga ditangkap," katanya.


Setelah diamankan, kata Hengky, pemerintah Turki kemudian menginterogasi sekeluarga WNI itu hingga satu pekan lamanya. Setelah itu, barulah mereka dideportasi kembali ke Indonesia melalui Bali. Setibanya di Pulau Dewata, kelima WNI itu langsung diamankan polisi. "Alasan mereka turun ke Bandara Ngurah Rai adalah mereka berkeinginan berlibur terlebih dahulu. Jadi tidak ada maksud lain kenapa mereka landingnya ke Bali," katanya.

Dia menjelaskan, satu keluarga ini tergolong cukup mampu. Hal itu bisa dilihat dari pendidikan kepala keluarganya yang berinisial TR atau TUAB ini lulusan dari Australia. Bahkan ada anaknya yang lahir di Australia. "Mereka memang keluarga yang berada. Satu keluarga ini sudah niat berangkat ke sana untuk menjadi anggota ISIS," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, lima dari 17 WNI yang dideportasi dari Turki karena diduga mau gabung ISIS begitu tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali langsung diamankan pihak imigrasi. Kelima orang itu pun selanjutnya diamankan ke Polda Bali.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas imigrasi Bandara Ngurah Rai, kelima WNI ini tiba Selasa (24/1) pukul 22.15 Wita menggunakan pesawat Emirates Airlines EK-398. Mereka berinisial Trn (pria), Nur AZ (perempuan), Nur Ch (perempuan) dan dua pria lagi berinisial Muh UA dan Muh US.

Setelah menginap dua hari di Mapolda Bali, satu keluarga yang terlibat dengan jaringan ISIS di Turki dijemput Densus 88 dan BNPT ke Jakarta, kemarin. Henky mengatakan, kelimanya merupakan satu keluarga, suami istri, anak perempuan dan ipar. "Mereka sudah dibawa ke Jakarta oleh Densus 88 dan BNPT tadi siang sekitar pukul 11.40 WITA," katanya.  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya