Berita

Politik

Mahasiswa Desak Pembubaran Ormas Yang Bertentangan Dengan Pancasila

JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 02:15 WIB | LAPORAN:

. Menyikapi perkembangan situasi kebangsaan terhadap upaya-upaya yang mengganggu kebhinekaan dan kedamaian di bumi NKRI, sejumlah organisasi kemahasiswaan menyampaikan resolusi kepada pemerintah untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bertentangan dengan Pancasila.

Selain itu, mereka pun menyampaikan dukungan pada kepolisian menuntaskan dugaan hukum terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) M. Rizieq Syihab.

Sejumlah organisasi itu yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).


"Pernyataan sikap ini penting kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi bangsa hari ini, kita tidak menghendaki adanya upaya-upaya yang merusak kebhinnekaan dan nilai-nilai Pancasila," kata Ketua umum PP GMKI, Sahat Sinurat dalam pernyataan sikap bersama organisasi mahasiswa Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12).

Adapun sikap yang disampaikan meliputi lima poin. Pertama, mendesak kepada pemerintah membubarkan Ormas yang bertentangan dengan Pancasila.

Kedua, mendukung pihak Kepolisian menuntaskan proses hukum dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh saudara M. Rizieq Shihab. Ketiga, meminta kepada pemerintah melalui aparat hukum menindak tegas para pelaku tindakan intoleran yang menganggu kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara seperti kasus bom di Samarinda dan pembubaran ibadah di Sabuga, Bandung.

Keempat, menyerukan kepada seluruh anak bangsa  bersatu menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila. Kelima, meminta kepada pemerintah menjaga marwah negara dan mempercepat terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekjen PB PMII, Abdul Haris Wally menambahkan, pihaknya berharap kelima poin ini segera ditindaklanjuti agar terciptanya situasi yang lebih baik di NKRI.

"Sudah tidak ada tempat bagi tindakan-tindakan intoleran dan mengganggu rasa damai di bumi Indonesia," tegasnya.

Presidium KMHDI, Putu Wiratnaya mengatakan, pihaknya akan melanjutkan gerakan ini dengan menemui pimpinan beberapa lembaga negara menyampaikan sikap ini agar sinergis dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan.

"Kita mendukung penuh pemerintah dan aparat hukum menyelesaikan semua persoalan-persoalan kebangsaan hari ini," kata Ketua Umum PP PMKRI, Angelo Wake Kako.

Sementara itu, Ketua Umum HIKMAHBUDHI, Sugiartana meminta semua elemen masyarakat tetap tenang dan bersama-sama mengawal NKRI.

"Kondisi bangsa hari ini perlu disikapi secara cepat menghindari persoalan-persoalan yang serupa, mari kita kawal perjalanan NKRI mencapai cita-cita bangsa dan negara," kata Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya