Berita

Olly Dondokambey/net

Hukum

Olly Emosional Menanggapi Tuduhan Nazaruddin Terkait Kasus E-KTP

KAMIS, 26 JANUARI 2017 | 19:27 WIB | LAPORAN:

Intonasi bicara Bendahara Umum (Bendum) PDI Perjuangan, Olly Dondokambey, meninggi saat disinggung tentang tuduhan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, yang menyebut dirinya terlibat korupsi proyek E-KTP.

Har ini, pria yang juga menjabat Gubernur Sulawesi Utara itu masuk dalam jadwal pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus proyek E-KTP. Mantan Ketua Badan Anggaran DPR RI itu diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Sugiharto.

Usai diperiksa sekitar tujuh jam, Olly langsung dikerumuni para wartawan. Dia diminta menanggapi tuduhan Nazaruddin yang memasukkan namanya dalam kronologi kasus E-KTP. Data tersebut pernah disebarkan pengacara Nazar, Elza Syarif, kepada wartawan. Sebagai pimpinan Badan Anggaran DPR RI, Olly disebut menerima US$ 1 juta dolar dari bos proyek E-KTP Setya Novanto dan Anas Urbaningrum.


"Bohonglah (tudingan Nazaruddin), kalian kan lebih tahu. Enggak benar. Kalau ada bukti lu kasih liat, gue tuntut lu," kata Olly dengan nada suara tinggi, usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).

Olly menjelaskan tidak pernah ada kejanggalan saat penganggaran E-KTP di DPR RI. Menurutnya, persetujuan Banggar untuk menjalankan proyek E-KTP berawal dari usul pemerintah.

"Itu di Komisi II (proyek E-KTP), Banggar bertugas menyetujui," pungkasnya.

Sejauh ini, sudah lebih dari 200 saksi yang diminta memberi keterangan dalam penyidikan kasus ini. KPK juga memfokuskan penyidikan dengan membagi tiga kelompok, yaitu Kementerian Dalam Negeri, DPR dan konsorsium pemegang tender.

Penyidik juga telah mengkonfrontasi sejumlah saksi. Terakhir, Ketua DPR RI Setya Novanto dan bekas Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni, yang dipertemukan dengan saksi lain. Keduanya juga diperiksa soal pertemuan-pertemuan yang membahas proyek E-KTP sebelum bergulir di DPR RI.

Dua tahun perjalanan penyidikan, KPK baru menetapkan dua tersangka yakni bekas pejabat pembuat komitmen proyek E-KTP Kemendagri, Sugiharto, dan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya