Berita

Anton Charliyan/Net

Hukum

Kapolda Jabar Sindir Habib Rizieq Seperti Pabrik Baja, Dikit-dikit Ngeles

KAMIS, 26 JANUARI 2017 | 11:31 WIB | LAPORAN:

Polda Jawa Barat (Jabar) masih akan mengkronfrontir pengakuan Habib Rizieq Shihab yang tak mirip dengan pria dalam vidoe kasus dugaan penghinaan Pancasila.

"Saat diperlihatkan video (Rizieq) tidak mengakui mirip. Tidak ingat. Ada pernyataan (Rizieq) bertentangan disitu. Akan kita konfrontir lagi," kata Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Anton Charliyan disela-sela Rapimnas Polri di PTIK, Kamis (26/1) pagi.

Menurut lulusan Akpol 1984 itu, Rizieq seharusnya dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apalagi, Rizieq sebagai salah satu pemimpin yang menjadi panutan massa Front Pembela Islam (FPI).


Terkait pernyataan Rizieq, Anton menganalogikannya seperti pabrik baja yang terdapat aktivitas pengelasan. Istilah "ngelas" pun diplesetkan seperti "ngeles" alias suka mencari-cari alasan.

"Kepemimpinan itu soal tanggungjawab. Bukan dikit-dikit ngeles. Kayak pabrik baja itu namanya," tutur suksesor Bambang Waskito di Tribrata Jabar 1 itu.

Sebelumnya, Anton menegaskan status Rizieq sebagai potensial suspect atau berpotensi besar ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, persentase Rizieq ditetapkan tersangka mencapai 99 persen.

"Kemungkinan besar 99 persen tersangka. Tinggal satu persen lagi. Kita tinggal cari keterkaitan bukti satu dengann bukti lainnya," tegas Anton Rabu (25/1) sore.

Seperti diketahui, Rizieq dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri terkait dugaan kasus penghinaan Pancasila.

Semula, laporan tersebut dilakukan di Bareskrim Polri, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polda Jabar karena locus delicti atau tempat kejadian perkara berada di wilayah Jabar.

Rizieq juga telah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, 12 Januari lali.

"Yang bersangkutan (Rizieq) tidak mengakui bahwa itu perkataannya. Bisa saja gambar tersebut diedit," kata Anton saat itu.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya