Berita

Foto: RMOL

Nusantara

IRI Bisa Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 14:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) yang digagas Gerakan Ekayastra Unmada diyakini akan mampu menjadi lokomotif terwujudnya nilai-nilai Pancasila, terutama sila kelima.

"IRI merupakan suatu terobosan dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Ketua Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (Purn) Kiki Syahnakri.

Hal itu disampaikan Kiki di acara Focus Group Discussion (FGD) bertema "Indonesia Raya Incorporated, Energi sebagai Alat Strategis Pemersatu Bangsa" di Batam, Kepulauan Riau, Senin (23/1).


Hadir dalam diskusi yang diadakan Ekayastra Unmada ini akademisi dari 14 perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya Mudradjat Kuncoro, Tulus Tambunan dan Munawar Ismail.

Kiki mengingatkan Indonesia saat ini menghadapi dua ancaman nyata yang jika tidak diatasi dapat mengganggu keutuhan dan kedaulatan Indonesia. Yakni hegemoni global berupa perang dua kekuatan besar Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta ideologi transnasional.

AS dan Tiongkok sebagai negara hegemonik predatorik, ujar Kiki, memiliki kepentingan yang sangat besar terhadap Indonesia.

Kiki juga mengingatkan bahwa tantangan yang ada saat ini adalah perang generasi ke empat, yakni perang yang menggunakan instrumen-instrumen sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

"Dulu, penguasaan sebuah negara menggunakan hard power dengan kekuatan militer. Sekarang, negara-negara adidaya menggunakan soft power melalui instrumen sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Negara adidaya masuk Indonesia dengan kulo nuwun," tuturnya.

Dikatakan Kiki, kekuatan asing masuk ke Indonesia salah satunya lewat jalur politik dengan cara "membajak" negara. Mereka memengaruhi para pembuatan undang-undang.

"Konon sudah ada lebih dari 100 undang-undang yang lahir sebagai turunan dari amendemen UUD 1945 yang terpengaruh kepentingan asing," tuturnya.

Menurut Kiki, negara-negara adidaya tidak ingin Indonesia menjadi negara yang kuat dan besar. Situasi saat ini, di mana marak terjadi adu domba antarsuku, agama, ras, dan golongan, merupakan bagian dari hegemoni asing yang ingin membuat Indonesia tidak stabil.

"Bagi Indonesia, situasi seperti itu menjadi ancaman. Nilai-nilai Pancasila luntur, toleransi menipis, dan terorisme mendapatkan angin," kata Kiki.

"Ancaman-ancaman ini tidak berarti apa-apa manakala Pancasila sila kelima terwujud," demikia  Kiki Syahnakri. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya