Berita

Foto/RMOL

Politik

Idham Samawi: Kader Taruna Merah Putih Harus Kawal Pancasila

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 09:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Dalam rangka mencetak kader partai yang militan dan siap mengawal ideologi partai, Dewan Pimpinan Pusat Taruna Merah Putih (TMP) menghelat kegiatan Kaderisasi Gelombang III TMP DKI Jakarta di Kantor DPP TMP jalan Cik Ditiro No. 10 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/1).

Sebelumnya, kaderisasi gelombang I dan II telah dilakukan dengan mengusung tema yang sama "Pemuda Pelopor Bermanfaat Bagi Rakyat".

Kaderisasi golombang III dihadiri oleh 150 Kader  dari TMP DPD DKI Jakarta. Sehingga total peserta yang mengikuti kaderisasi dari gelombang I sampai III sebanyak 500 kader.


Acara kaderisasi kali menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten. Di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi,  M. Idham Samawi, anggota DPR Nico Siahaan dan anggota DPRD DKI Jakarta  W.A William Yani.

Di hadapan ratusan peserta kaderisasi, Idham mengajak seluruh kader TMP untuk benar-benar mengerti dan memahami sejarah Pancasila. Baginya, dipilihnya Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia  melalui proses dan pemikiran yang bijak dan visioner  oleh para pendiri bangsa.

Maka itu Idham melanjutkan bahwa Pancasila tidak perlu diragukan untuk menjadi pedoman bagi generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kader TMP harus mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung pada pancasila," katanya. Sebagai organisasi sayap partai PDI Perjuangan, Idham mengajak kepada  seluruh peserta kaderisasi untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengawal Pancasila," imbuhnya.

Lebih lanjut Idham mengatakan, sebagai kader TMP, harus senantiasa menjunjung tinggi semangat Bhineka Tunggal Ika. Yakni semangat menghormati perbedaan suku, agama, ras dan adat-istiadat (SARA) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kaki Garuda mencengkram kata Bhineka Tunggal Ika. Ini mengandung filosofi yang dalam. Yaitu meskipun kita berbeda tapi kita tetap bisa bersatu," ujarnya.

Baginya, perbedaan ini harus menjadi potensi besar untuk membangun bangsa. Bukan sebaliknya, menjadi alat untuk memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

"Saya khawatir ini akan terjadi. Maka itu, saya harap kader TMP menjaga semangat ini," katanya.[wid] 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya