Berita

Politik

Masih Rangkaian HUT, PDIP Akan Gelar Ngaji Kebangsaan

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 07:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melalui organisasi keagamaan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) akan menggelar "Ngaji Kebangsaan". Ngaji Kebangsaan ini masih dalam rangkaian HUT ke-44 PDI-P.

Rencananya, acara Ngaji Kebangsaan tersebut digelar di kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang diikuti oleh pengurus dan kader partai serta tokoh masyarakat. Akan hadir juga Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) KH. Nuril Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto seusai diskusi dengan Gus Nuril di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat (Kamis, 19/1). Saat diskusi turut hadir Ketua DPP PDIP bidang Ideologi dan Kaderisasi, Idham Samawi, dan Ketua DPP PDIP bidang Keanggotaan dan Organisasi, Djarot Syaiful Hidayat. Untuk diketahui Bamusi dipimpin oleh Ketua Umum Prof. Hamka Haq dan dan Sekjen Nasyirul Falakh Amru.


"Acara dimulai pukul 19.30 WIB atau seusai Shalat Isya. Ngaji Kebangsaan adalah menyapa bangsa dengan taman hati," kata Hasto.
 
Taman Hati yang dimaksud Hasto adalah satu makna dengan Taman Sari yang pernah disampaikan oleh Bung Karno, bahwa Pancasila adalah ideologi dan dasar Negara Indonesia untuk menyatukan segala bentuk perbedaan menuju satu tujuan Indonesia jaya.
 
"Karena itu, seperti dikatakan Bung Karno, Indonesia adalah taman sari peradaban dunia. Di taman sari inilah hidup berbagai macam suku bangsa dengan berbagai macam warna kulit, bahasa, dan keyakinan," ungkapnya.
 
Dengan Ngaji Kebangsaan yang akan digelar PDI-P ini, lanjut Hasto, sekaligus juga untuk menguatkan komitmen dalam berbangsa bahwa keberagaman dalam berbangsa pada hakikatnya adalah sebuah kekayaan dan sebuah keniscayaan yang seharusnya membuat bangsa ini bisa semakin besar dan jaya.

Dengan demikian, Ngaji Kebangsaan tersebut juga sekaligus untuk menonjolkan bahwa nilai-nilai agama sudah dimasukkan oleh para pendiri bangsa saat menyusun dasar negara Pancasila sehingga menyimpan nilai-nilai ketuhanan, kesetaraan, toleransi, pluralisme, dan persatuan yang berakar pada sejarah pembentukan bangsa. [rus]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya