Berita

Politik

Tokoh Muslim Tionghoa: Habib Rizieq Dan FPI Aset Bangsa Yang Harus Dipelihara

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 04:29 WIB | LAPORAN:

Keberadaan Habib Rizieq Shihab terus menuai pro dan kontra. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu kini sedang didera sederet masalah hukum. Tetapi, tak sedikit orang menanggapnya sebagai pejuang NKRI.

Salah satunya adalah tokoh Muslim Tionghoa, H.M. Jusuf Hamka. Menurut dia, bangsa Indonesia dan umat Islam harus berterima kasih kepada Habib Rizieq dan FPI karena telah menyadarkan umat Islam Indonesia akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, kemurnian Pancasila dan kehormatan agama Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia.

Habib Rizieq, tambahnya, telah membuat umat Islam bangkit sehingga bisa lebih dihargai. Habib Rizieq Shihab juga bisa menunjukkan betapa besar dan tolerannya umat Islam di Indonesia.


"Hal itu bisa kita lihat dari aksi bela Islam pada 4 November dan 2 Desember 2016 lalu," kata Jusuf Hamka dalam pernyataan pers tertulis.

Jusuf Hamka menolak usaha kelompok tertentu membenturkan Habib Rizieq dan FPI dengan umat agama lain dengan dalih toleransi dan kebhinnekaan.

"Lihat saja Aksi Bela Islam 4/11 dan 2/12. Semua suku, dan semua agama ada dan ikut terlibat. Artinya apa? Yang dilawan umat Islam yang dipimpin Habib Rizieq bukan pemerintah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tapi orang-orang yang dengan semena-mena menista agama Islam," jelas Ketua Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi) itu.

Selain itu, tambah Jusuf Hamka, di tengah berbagai tuduhan kepada dirinya, Habib Rizieq tetap mengasuh Pesantren Alam Agrokultural di lereng Gunung Gede Pangrango, kawasan Mega Mendung, Bogor. Di pesantren itu Habib Rizieq mendidik para pemuda Islam agar cinta agama, cinta bangsa dan cinta alam dengan berkontribusi nyata dalam urusan penghijauan.

"Bersama Habib Rizieq dan FPI, kini Islam di Indonesia telah mewujud sebagai Islam yang tegas dan dihormati, namun tetap sejuk dan damai. Itu artinya FPI adalah aset bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dipelihara," tutup Jusuf Hamka. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya