Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Permendikbud 75, Komite Bukan Lagi Tukang Stempel Bagi Kepala Sekolah

SENIN, 16 JANUARI 2017 | 16:49 WIB | LAPORAN:

Tidak ada yang salah dari penggalangan dana oleh Komite Sekolah yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melalui Peraturan Mendikbud 75/2015.

Begitu dikatakan pengamat pendidikan Doni Koesoema saat dikontak, Senin (16/1).

Dia menegaskan, penerbitan Permen 75 justru positif bagi pengembangan sekolah. Sebab Komite mencari dana bukan dari orang tua murid/siswa, melainkan dari pihak luar.


"Saya tidak melihat Permen 75 itu melakukan pungutan, mereka (Komite) itu mencari atau menggalang dana dari luar, bukan dari sekolah. Kalau memungut dari siswa, itu yang salah," sambung Doni.

Keberadaan Permen 75 yang ditetapkan dan diundangkan pada 30 Desember 2016, juga memberikan kesempatan bagi Komite Sekolah untuk terlibat aktif dalam proses perencanaan sekolah. Desain dan aturan baru ini berbeda dengan aturan sebelumnya.

"Selama ini kan tidak dilibatkan, tiba-tiba Kepala Sekolah minta tandatangan saat ada keperluan. Tugas Komite seperti tukang stempel, kalau Kepala Sekolah mau nagih sesuatu baru datang," terang Doni.

Keterlibatan Komite dimaksud misalnya dalam kebijakan dan program sekolah, penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) hingga upaya-upaya bagi peningkatan sekolah lainnya.

Kepala Sekolah, lanjutnya, juga tidak bisa lagi seenaknya menentukan dan memutuskan RKAS dan RAPBS. Sebab Komite akan yang terdiri dari orang tua siswa, tokoh masyarakat dan akademisi akan mengawasi dan mengawalnya sejak perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasinya.

"Saya enggak menemukan pemerintah mengijinkan pungutan, itu berarti yang bicara enggak baca Permen (75) lalu pembicaraannya dikutip wartawan dan melebar kemana-mana," demikian Doni. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya