Berita

NA/Net

Nusantara

PPNA Desak Polisi Segera Proses Pelaku Pembunuhan Kader Di Purbalingga

MINGGU, 15 JANUARI 2017 | 00:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) mengecam keras pembunuhan pada kader 'Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah di Purbalingga, Jawa Tengah. Korban HSM (24) yang merupakan kader Nasyiatul Aisyiyah dan neneknya ES (65) kader 'Aisyiyah Purbalingga dibunuh secara sadis pada Rabu pekan lalu (11/1).

"PPNA mengecam segala bentuk tindak kekerasan terhadap perempuan, terlebih sampai mengakibatkan hilangnya nyawa. Sedihnya, pembunuhan sadis ini terjadi pada kader kami sendiri serta kader 'Aisyiyah," kata Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 15/1).

PP Nasyiatul Aisyiyah bersama dengan PW Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah dan elemen Muhammadiyah Purbalingga mendatangi Mapolres Purbalingga pada Jumat lalu (13/1) untuk  menyatakan dukungan pada upaya kepolisian dalam memproses hukum pelaku pembunuhan kader 'Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. 


Nasyiatul Aisyiyah pun mengapresiasi kinerja kepolisian yang cepat menangkap pelaku pembunuhan.

Dyah berharap polisi dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan yang adil serta komprehensif. Menurut Diyah, Wakapolres Purbalingga R. Sihombing menjanjikan polisi akan menindak kasus pembunuhan ini dengan cepat.

"Duka Nasyiatul Aisyiyah Purbalingga adalah duka kami semua. Nasyiatul Aisyiyah bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) akan melakukan advokasi terhadap korban," ujarnya.

Nasyiatul Aisyiyah akan terus memantau perkembangan kasus ini.

"Kami bersama seluruh elemen Muhammadiyah akan mengawal kasus ini sampai ada putusan pengadilan," tegasnya, sambil meminta agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya