Berita

Ilustrasi/net

Bisnis

Pemerintah Panik Dan Kurang Dewasa Merespons Riset JP Morgan

KAMIS, 05 JANUARI 2017 | 17:16 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Keputusan Kementerian Keuangan RI memutus hubungan kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank N.A dinilai sebagai bentuk kepanikan dan sikap kurang dewasa.

"Pemerintah panik dan kurang dewasa merespons riset JP Morgan," ujar tokoh aktivis Malapetaka Lima Belas Januari (Malari), Bennie Akbar Fatah, kepada wartawan, di Jakarta (5/1).

Dia tidak setuju alasan pemerintah menghentikan kemitraan itu. Sebelumnya, pihak Kementerian Keuangan menyebut penghentian dilakukan karena hasil riset bank Amerika Serikat (AS) tersebut mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.


Bennie yang memimpin Klinik Hukum Merdeka melanjutkan, pemerintah seharusnya tidak mengambil keputusan gegabah. ia ibaratkan JP Morgan sebagai rumah sakit spesialis. Riset JP Morgan berisi pendapat tentang "penyakit" di perekonomian Indonesia.

"Pemerintah idealnya meng-counter saja dan kemudian melakukan serangan balik kalau riset JP Morgan itu tidak benar," kata Bennie yang akrap disapa Eben.

Dan kalau pun pemerintah ragu terhadap hasil riset JP Morgan, langkah yang paling tepat adalah meminta second opinion atau pendapat kedua dari pihak lain.  

"Tentunya langkah antisipasi dan menghindari terjadinya kondisi parah seperti hasil riset JP Morgan. Bukan malah memutus hubungan kemitraan seperti yang dilakukan pemerintah, " ujarnya.

Rriset yang dilakukan oleh JP Morgan tanggal 13 November 2016 tentang kondisi pasar keuangan di Indonesia setelah terpilihnya Donald trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) menyebutkan imbal hasil surat utang tenor 10 tahun naik dari 1,85 persen menjadi 2,15 persen. Kenaikan tingkat imbal hasil dan gejolak pasar obligasi ini mendongkrak risiko premium di pasar negara-negara yang pasarnya berkembang (emerging market). Hal ini memicu kenaikan Credit Default Swaps (CDS) Brasil dan Indonesia, sehingga berpotensi mendorong arus dana keluar dari negara-negara tersebut.

Bersandarkan kepada riset tersebut, JP Morgan merekomendasikan pengaturan ulang alokasi portofolio para investor. Sebab, JP Morgan memangkas dua level rekomendasi Indonesia dari "overweight" menjadi "underweight". Brasil turun satu peringkat dari overweight menjadi netral. Begitu juga Turki, dari netral ke underweight  akibat adanya gejolak politik yang cukup serius. Malaysia dan Rusia bahkan dinaikkan peringkatnya menjadi overweight. Afrika Selatan tetap dalam posisi netral.

Bennie mengatakan, seharusnya riset itu dijadikan panduan untuk merancang kebijakan keuangan ke depan.

"Justru dengan keputusan memutus hubungan kemitraan memicu spekulasi negatif bahwa pemerintah menutupi sesuatu hal yang membahayakan negeri ini agar tak diketahui rakyatnya," pungkasnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya