Berita

Foto: RMOL

Hukum

Warga Bandung Diringkus Karena Jual Kaos Bergambar Palu Arit

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 17:49 WIB | LAPORAN:

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipid Eksus) Bareskrim Polri mengamankan seorang berinisial HS, warga Cililin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

HS ditangkap karena diduga menjual kaos bergambar palu arit secara online.

"HS ditangkap berdasarkan penelusuran tim cyber (Bareskrim) Polri," kata Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya di kantor sementata Bareskrim Polri, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (30/12).


Berdasarkan hasil penelusuran penyidik, HS diketahui menjual baju bergambar palu arit menggunakan e-commerce melalui pembayaran via transfer. Saat kedua belah pihak saling sepakat, maka kaos seharga Rp 150 ribu per helai itu akan dikirim lewat kurir.

Kepada polisi, HS mengalu telah menjual 60 kaos hingga saat ini.

"Sudah ada 60 kaos yang dijual. Untuk membelinya, masyarakat harus memesan terlebih dahulu, sebelum melakukan pembayaran sesuai kesepakatan," terang Agung.

Selain mengamankan pemilik dan barang bukti lainnya, polisi juga mengamankan uang hasil penjualan kaos sebesar Rp 4 juta. Termasuk, 10 kaos berlambang palu arit yang belum terjual.

Menurut Agung, penjualan kaos bergambar palu arit merupakan sesuatu yang dilarang sesuai Pasal 107 a UU 27/1999. Dalam pasal tersebut, diatur tentang penyebaran ajaran marxisme dalam segala bentuk.

"Ini manifestasi ajaran marxisme yang menurut UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Keamanan Negara," terang Agung.

Sesuai dengan aturan pasal tersebut, jika terbukti bersalah, HS terancam hukuman 12 tahun penjara.

Selain itu, HS dijerat Pasal 11 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait penyebaran informasi yang menimbulkan rasa permusuhan.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya