Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Komisi I Akan Dalami Isu TKA Ilegal Asal China Usai Reses

KAMIS, 29 DESEMBER 2016 | 19:45 WIB | LAPORAN:

Komisi I DPR RI akan memanggil kementerian dan lembaga terkait untuk mengetahui tentang kebenaran informasi tentang banyaknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China usai masa reses nanti.

Pasalnya mereka menilai isu tersebut sungguh meresahkan.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi mengatakan, pihaknya akan memanggil Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk menanyakan soal pengawasan bagi situs-situs yang kerap memberikan informasi hoax seperti 10 juta TKA ilegal asal China.


"Ada akun-akun yang bisa divalidasi oleh Kominfo. Kominfo kan galak tutup situs porno dan teroris, apakah mereka punya kemampuan memonitor hal tersebut," jelasnya dalam diskusi "Refleksi Akhir Tahun 2016 dan Proyeksi Tahun 2017" yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Media Center Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/12).

Menurut dia, secara logika bisnis, kalau ada TKA yang melakukan pekerjaan low skill dan digaji sebesar Rp. 15 juta, perusahaan pasti akan rugi sendiri.

"Kecuali ada agenda lain, seperti spionase, dan lain-lain. Komisi I ingin memastikan lalu lintas informasi yang beredar di masyarakat," ujarnya.

Terlebih, lanjutnya, informasi tentang jumlah TKA legal yang dimiliki oleh beberapa kementerian lembaga saja berbeda.

"Datanya alhamdulillah beda. Menterinya aja dari partainya beda-beda," candanya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya