Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kasus Pulomas Diduga Pembunuhan Spekulatif

RABU, 28 DESEMBER 2016 | 10:33 WIB | LAPORAN:

. Collateral damage atau kerusakan imbasan, kerap terjadi saat serangan yang ditujukan pada suatu sasaran hingga menyebabkan terbunuhnya rakyat sipil dan merusak obyek-obyek sipil secara tidak sengaja (Accidental murder).

Hal ini menimpa Dodi Triono (59), yang ditemukan tewas mengenaskan bersama sepuluh korban lain di kediamannya Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12).

"Spekulasinya, (kasus) ini termasuk collateral damage (dan menyebabkan) accidental murder," ujar pakar psikolog forensik Universitas Indonesia, Reza Indragiri Amriel kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 28/12).


Menurut Reza, hal itu cukup beralasan jika melihat sejumlah petunjuk yang terdapat di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Apalagi di rumah korban terdapat beberapa Closed Circuit Television (CCTV) yang terlihat secara kasat mata. Artinya, pelaku akan memilih rumah lain yang tidak memiliki instrumen penangkal tersebut jika memang merencanakan pembunuhan atau perampokan.

"Itu (CCTV) semestinya memunculkan efek tangkal. Jadi, pelaku datang tanpa niatan melakukan kekerasan fisik. Siap cekcok mulut, mungkin. Perang urat saraf, boleh jadi. Tapi tanpa kekerasan fisik," paparnya.

Namun, terjadi perubahan situasi secara mendadak yang tidak bisa diantisipasi para pelaku. Sehingga terjadi benturan fisik.

"Akibatnya adalah, sejumlah korban jiwa terbunuh," urai dosen yang juga mengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta itu.

Dodi ditemukan tewas bersama lima orang lainnya di kamar mandi rumahnya. Selain Dodi, korban tewas lainnya adalah kedua anaknya, yaitu Diona Arika (16) dan Dionita Gemma (9). Lalu, teman bermain anak korban yang tengah menginap di sana, Amel (10), serta dua sopir keluarga, Yanto dan Tasrok. Sedangkan lima korban selamat, antara lain Zanette Kalila, 13 tahun, Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23). Mereka diduga disekap sejak Senin sore, 26 Desember 2016.

Para korban ditemukan pertama kali oleh Sheila Putri, teman Diona, saat mendatangi rumah korban. Pasalnya, Sheila penasaran karena tak bisa menghubungi Diona sejak Senin sore, meski keduanya sudah berjanji untuk pergi bersama. [ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya