Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sumbangsih Devisa Pada Negara Besar Namun TKI Kurang Perlindungan

RABU, 21 DESEMBER 2016 | 09:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, total tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hongkong mencapai 150 ribu orang. Sebesar 60 persen dari 150 ribu orang itu berasal dari Jawa Timur. Mereka pun menyumbang devisa ke negara hingga Rp 8,4 triliun per tahun.

Menurut anggota DPRD Jatim, Handoyo, besarnya sumbangsih devisa dari TKI asal Jatim ini harusnya sejalan dengan perlindungan dari pemerintah yang didapatkan para TKI. Tapi fakta yang terjadi malah sebaliknya, para TKI selalu kesulitan dalam mendapatkan perlindungan, dan apalagi jika mengalami permasalahan di negara tempat dia bekerja.

"Pemerintah harus meningkatkan perlindungan pada para TKI, bagaimanapun mereka adalah salah satu penyumbang devisa terbesar untuk Negara," kata Handoyo, sebagaimana dilansir JPNN.


Handoyo mengatakan, pemerintan harusnya memiliki data lengkap nama, alamat TKI di setiap negara. Dengan begitu, pemerintah bisa memantau dan mengetahui jika terdapat TKI yang mengalami permasalahan.

Gaji TKI di Hongkong per bulannya 4.200 dolar Hongkong.  Jika dirupiahkan dengan 1 dolarnya Rp 1.750, maka gaji per TKI per bulannya sebesar Rp 7.350.000 dikalikan 150 ribu orang per tahun, maka devisa dari TKI dari Hongkong saja mencapai Rp 1,1 triliun dan 60 persennya berasal dari Jatim sekitar Rp 700 miliar. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya