Berita

Politik

Sektor Pertanian Tak Boleh Dikendalikan Pasar!

MINGGU, 18 DESEMBER 2016 | 05:24 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sektor pertanian tidak mungkin maju tanpa campur tangan pemerintah. Dan pembangunan ekonomi juga mestinya dikendalikan oleh pemerintah, bukan di-drive oleh pasar.

"Hilangnya keterkaitan antara sektor industri dengan sektor pertanian sebagaimana yang terjadi di Indonesia adalah karena selama ini kita membiarkan proses pembangunan di-drive oleh pasar," kata Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon.

Hal ini disampaikan Fadli, yang juga Wakil Ketua DPR RI, saat mengunjungi Kabupaten Karawang, dalam rangka memenuhi undangan kelompok tani dan nelayan setempat (Sabtu, 17/12). Di Karawang, Fadli Zon juga melakukan panen raya padi Pandanwangi di Desa Jaya Makmur, Kecamatan Rengasdengklok, dan melakukan pertemuan dengan para nelayan di Desa Ciparage Jaya, Kecamatan Tempuran.


Dalam pertemuan dengan kelompok tani dan nelayan di Desa Jaya Makmur dan Ciparage Jaya, Fadli Zon yang baru kembali ke tanah air sesudah melakukan muhibah ke kawasan Amerika Latin, berkali-kali menekankan bahwa sektor pertanian di Indonesia mestinya bisa menjadi leading sector, sebagaimana halnya di Brasil.

Efek bila dikendalikan pasar, jelas Fadli, bulan ini, misalnya, BPS merilis data bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) nasional bulan November 2016 turun 0,40 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Khusus subsektor Tanaman Pangan, NTP-nya hanya 98,17,  Tanaman Perkebunan Rakyat NTP-nya hanya 98,67, dan Budidaya Ikan  NTP-nya 98,41.

"Kalau melihat data historis dan basis tahun dasarnya, subsektor tadi selama sekitar empat tahun terakhir ini nilai tukarnya terus memburuk. Padahal, hampir sepertiga penduduk Indonesia hidup sebagai rumah tangga petani, di mana sekitar dua pertiganya ada di tiga subsektor tadi. Inilah yang membuat kenapa kehidupan petani kita kini terasa makin berat," papar Fadli.

Sebagai Ketua Umum HKTI dan selaku Wakil Ketua DPR RI, Fadli menegaskan bahwa ia sangat concern dengan isu pertanian dan kesejahteraan petani ini. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya