Berita

Foto/Net

Hukum

CHAT NEWS

Pegawai MA Malu-maluin

Nyakar Polisi Karena Ditilang
RABU, 14 DESEMBER 2016 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dunia maya dihebohkan video seorang perempuan ngamuk kepada Polantas. Video berdurasi kurang dari satu menit ini menjadi viral di berbagai media sosial seperti Facebook, Youtube dan Twitter. Masing-masing sudah ditonton ribuan netizen. Di video, perempuan yang mengenakan hijab itu terlihat kasar, menarik-narik baju, rompi bahkan mencakar anggota Polantas di kawasan Jatinegara Barat, tepatnya seberang Gereja Santa Maria, Jatinegara, Jakarta Timur.

Penyebabnya, perempuan yang mengendarai mobil jenis MVP bernomor plat B 1257 PRY berwarna putih itu tak terima ditilang. Padahal dia melanggar lalu lintas yakni masuk jalur Transjakarta. "Iya ada kejadian itu, di Jatinegara Barat," kata Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar. Perempuan ini juga mengumpat kata-kata kasar dan tak pantas kepada sang polisi. Untungnya, polisi tenang menghadapinya dan memilih mengalah. "Apaan lu, lu nggak punya otak ya," teriak perempuan itu sambil memukul. Dalam video terlihat handphone polisi yang diketahui BKO dari Polda Metro Jaya, Aiptu Sutisna, terjatuh. Sutisna saat itu hendak mengambil foto wajah ibu tersebut dengan kamera handphone-nya.

Perempuan itu bahkan mengancam akan melaporkan polisi tersebut. Sambil mendekati polisi, dia memaksa mengambil buku tilang yang digenggam Sutisna. "Sini luh...sini luh," katanya sambil menarik kerah polisi. Perempuan ini tidak berhenti dan mengejar Sutisna. Sembari menarik-narik seragam polisi, dia terus menyerang hingga rompi lalu lintas berwarna hijau dan pangkatnya copot. Peristiwa ini menjadi tontonan warga. Sejumlah pengguna kendaraan berteriak sambil membunyikan klakson karena kejadian itu menimbulkan kemacetan.


Setelah kejadian, Sutisna melaporkan pelaku ke Polres Jakarta Timur. Kasat Lantas Jakarta Timur, AKBP Sutimin membenarkan peristiwa itu. "Iya benar itu anggota BKO Polda Metro Jaya yang sedang melakukan pengamanan di Jalur Busway, Jatinegara. Saat ini sudah membuat laporan di Polres Jakarta Timur," kata Sutimin.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana menambahkan, Sutisna menyerahkan sejumlah bukti terkait peristiwa itu, di antaranya rekaman video amatir. "Barang buktinya bajunya yang robek-robek, pangkatnya yang copot sama rekaman video. Yang ambil video itu anggota juga, rekan korban yang sedang bertugas," sebutnya. Dia menduga, pelaku bertindak demikian lantaran emosi lantaran kena ditilang. "Mau masuk Busway, kemudian ditilang sama anggota, tidak terima. Iya nanti kita panggil (pelaku)," ujar dia.

Usut punya usut, pelaku adalah pegawai Mahkamah Agung (MA), inisialnya NDN. Sapta pun membenarkannya. "Iya, tapi yang bersangkutan belum kami ambil keterangannya," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan netizen? Sudah bisa ditebak, pegawai MA itu kena bully. Di Twitter, akun @ SiBoy19168555 menyayangkan. "Bayar tilang berapa sih. Malah ribut apa kagak malu-maluin," kicau dia. Akun @JatmikoGalih2 sedih.

"Mentang-mentang pegawai MA mau seenaknya sendiri. Negara ini punya aturan. Negara ini bukan milik Bapak loe," cuitnya. Akun @ diaz_ilham sedikit bercanda. "Emak-emak serem. Yang sabar pak Pol," cuit dia, disambut @___fitrong. "Udahlah maklumin aja, mungkin dia lagi PMS," kicaunya.

Pembaca di link berita terkait tak jauh beda. "Ini menunjukkan arogansi sempit dari suatu korp, seolah-olah begitu kerja di MA tidak bisa disalahkan melanggar hukumm," tulis @kyaisemar, disambut saran Ariyanto Mr. "Pecat aja lah. Memalukan MA saja," katanya.

Kabiro Humas MA, Ridwan Mansyur mengakui perempuan itu staf di Biro Perencanaan MA. Dia memastikan DNS akan mendapatkan teguran juga sanksi terkait perbuatannya. "Setiap perbuatan hukum kita serahkan kepada yang berwajib semoga bisa diselesaikan dengan baik. Setiap orang yang berbuat harus bertanggung jawab," pungkasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya