Berita

Politik

Usai Gempa Aceh, ACT Bangun Meunasah Yang Roboh

RABU, 14 DESEMBER 2016 | 09:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pasca gempa bumi berkekuatan 6,5 SR mengguncang Pidie Jaya, masyarakat Aceh mulai merangkak mengembalikan kehidupan seperti semula. Meski demikian, puing-puing bangunan masih menjadi pemandangan di beberapa sudut kota. Tidak terkecuali meunasah atau tempat ibadah bagi umat muslim di sana.

Meunasah bagi masyarakat Aceh ibarat langkah awal memulai segalanya, bukan sekadar tempat beribadah, dan kegiatan kerohanian lain di masyarakat. Jika menelisik lebih dalam, meunasah merupakan rumah peradaban kokoh di masyarakat. Kegiatan kemasyarakatan seperti rapat dan musyawarah dalam membangun desa, pasti berawal dari meunasah. Namun pasca gempa beberapa hari yang lalu, Aceh seperti lumpuh karena puluhan meunasah retak hingga roboh rata tanah.

Peran meunasah sangat krusial, hingga akhirnya Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkomitmen membangun  kembali meunasah di Bumi Serambi Makkah. Program pembangunan kembali meunasah yang rusak pun digulirkan, mulai dari Meunasah Krueng yang berada di Desa Grong Grong, Kec. Meureudu, Kab. Pidie jaya, Aceh. Lokasi ini dipilih karena dampaknya yang memprihatinkan. Bangunan meunasah nyaris tidak bisa diperbaiki sehingga harus dibangun ulang.


Meunasah Krueng akan jadi titik awal proses pembangunan jangka panjang yang diinisiasi oleh ACT. Sebuah monumen peradaban kembali dibangun demi menyambung sejarah budaya luhur masyarakat desa Grong Grong.

"Tim konstruksi sudah mulai didatangkan ke lokasi untuk membangun meunasah pertama. Ada sekitar 150 unit masjid dan meunasah yang harus di rekonstruksi. Insya Allah hingga akhir Desember, ACT berupaya untuk merekonstruksi 10 meunasah yang siap dibangun berkat gerakan kepedulian dari donor kemanusiaan dan mitra," kata Presiden ACT,  Ahyudin, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 14/12).

Tidak hanya mengalokasikan perhatian pada rekonstruksi meunasah, ACT juga telah hadir untuk meringankan derita saudara yang tertimpa bencana dengan menyembelih sapi sebagai santapan para korban. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya