Berita

Politik

Bertemu Wakil Ketua DPR Brazil, Fadli Zon Bahas Pendanaan Partai Politik

RABU, 14 DESEMBER 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia sudah membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Brazil dan sudah lama berdiri. GKSB Indonesia-Brazil merupakan wadah bagi parlemen kedua negara untuk saling bekerjasama dan bertukar pikiran.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Brazil H.E. Mr. Waldir Maranho di ruang kerja Mr. Waldir di Gedung Parlemen Brazil. Dalam pertemuan ini Fadli didampingi Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas dan Duta Besar RI untuk Brazil Toto Riyanto.

"Sehingga kedua negara bisa saling belajar untuk kemajuan masing-masing negara selain meningkatkan hubungan antara kedua masyarakat," ujar Fadli Zon.


Fadli Zon juga menyampaikan kepada HE Waldir bahwa antara Parlemen Indonesia-Brazil sudah dibuat draff MoU untuk saling bekerjasama sejak 2013. Hanya tinggal menuggu waktu untuk ditandatangani oleh Ketua DPR Indonesia dan Ketua DPR Brazil.

"Kami harap, Ketua DPR Brazil dan juga Mr. Waldir dapat berkunjung ke Indonesia. Akan kami sambut dengan hangat, sekaligus kita tandatangani perjanjian kerjasama antara parlemen Indonesia dengan Brazil" kata Fadli Zon.

Selain itu, dalam diskusi yang berlangsung dengan hangat tersebut, Mr. Waldir juga menceritakan geliat politik di Brazil, termasuk sistem Pemilu dan pendanaan partai politik. Di Brazil, hampir sama dengan negara demokratis lainnya, partai politik mendapatkan pendanaan yang cukup dari negara.

"Ini merupakan langkah untuk menghindari korupsi yang dilakukan oleh partai politik. Hampir 400 juta dollar US digelontorkan untuk membiayai pendanaan 30 partai politik di Brazil. Pembagian dilakukan secara proporsional berdasarkan perolehan kursi di legislatif," jelas Fadli Zon.

Adanya anggaran negara terhadap partai politik saat ini juga sedang menjadi pembahasan hangat di Indonesia dalam paket UU Penyelenggaraan Pemilu yang saat ini sedang di bahas di DPR. Melihat pengalaman berbagai negara lain, seperti Brazil, Meksiko dan juga beberapa negara demokratis lainnya, perlu adanya biaya yang cukup dari negara untuk partai politik.

"Hal ini juga untuk mencegah korupsi yang dilakukan oleh anggota partai politik. Saat ini, di Indonesia, anggaran negara untuk partai politik dihargai Rp 108 per suara. Ini terlalu kecil, sehingga mengakibatkan banyak penyimpangan anggaran yang dilakukan kader partai politik karena dana kegiatan partai yang kurang," ujar Fadli Zon.

"Kami sedang kaji agar anggaran dinaikan menjadi Rp. 5.000 per suara. Kenaikan anggaran juga akan disertai transparansi yang jelas serta sistem pelaporan yang akuntabel, sehingga ke depan partai politik punya cukup pemasukan untuk membiaya berbagai kegiatan. Ini juga bisa mengurangi potensi korupsi," jelas Fadli Zon.

Fadli Zon menyampaikan harapannya agar politik dan ekonomi Brazil bisa segera pulih dan membaik.

Usai pertemuan, delegasi diperkenalkan dalam rapat pleno paripurna parlemen yang sedang membuat keputusan tentang budget. Sementara di luar gedung parlemen ribuan demonstran menyampaikan aspirasi tentang politik nasional Brazil. [ysa]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya