Berita

Abu Sayyaf/Net

Hukum

Kemenlu Pastikan Dua WNI Dibebaskan Abu Sayyaf

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 22:23 WIB | LAPORAN:

Kementerian Luar Negeri memastikan pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) dari tangan Abu Sayyaf di Filipina selatan.

Menurut Menlu Retno Marsudi, pembebasan dua WNI dari penyanderaan militan bersenjata tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah selama ini.

"Pada tanggal 12 Desember 2016 pemerintah berhasil membebaskan dua WNI ABK TB Charles dari tangan kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Kedua ABK tersebut adalah Robin Piter asal Samarinda dan Muhamad Sofyan asal Sulawesi Selatan," jelas Retno dalam keterangannya, Senin (12/12).


Menurut rencana, lanjutnya, pada 13 Desember di Zamboanga City, kedua WNI akan diserahkan langsung oleh Komandan Wesmincom kepada duta besar RI di Manila.

"Pembebasan ini adalah hasil diplomasi total yang melibatkan berbagai elemen pemerintah selama enam bulan terakhir," ujar Retno.

Dengan bebasnya Robin Piter dan Muhamad Sofyan, maka tujuh anak buah kapal (ABK) TB Charles yang diculik pada 20 Juni 2016 lalu seluruhnya telah dibebaskan. Sebelumnya, pada 7 Agustus dua ABK atas nama Muhammad Sofyan dan Ismail berhasil dibebaskan, menyusul tanggal 1 Oktober ABK Edi Suryo, Muhammad Mahbrur Dahri, dan Ferry Arifin juga bebas.

Pembebasan dua WNI tersebut pertama kali dinyatakan Mayor Filemon Tan selaku juru bicara militer Filipina. Dalam pernyataan Tan, dibebaskannya dua WNI berkat operasi anti teror yang gencar dilakukan tentara Filipina. Juga dukungan dari kelompok militan saingan yakni Front Pembebasan Nasional Moro atau MNLF.
 
Kedua sandera diserahkan oleh Abu Sayyaf ke pemimpin MNLF dan kemudian diserahkan ke pejabat pemerintah di Pulau Sulu. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya