Berita

Hukum

Pola Terbuka Dan Tertutup, Empat Ring Pengamanan Sidang Ahok Besok

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 20:45 WIB | LAPORAN:

Pihak Polri telah menyiapkan pengamanan berlapis dalam sidang perdana kasus penistaan agama dengan Terdakwa, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di bekas kantor Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Selasa (13/12).

Pengamanan yang diterapkan akan menggunakan pola terbuka dan tertutup.

"(Pengamanan ) terbuka, bisa diketahui identitas persenjataan dan atribut. Sedangkan tertutup, tentu tidak bisa diketahui karena berbaur," terang Kabag Penum Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di kantornya, Jakarta, Senin (12/12).


Bagi Polri, ada empat sasaran yang dituju selain pola terbuka dan tertutup. Salah satunya, akan membentuk empat ring pengamanan. Meski demikian, Martin tidak menyebutkan rincian area yang akan ditentukan sebagai ring satu hingga empat.

"Nanti akan dibuat ring 1,2,3, dan 4. Dalam hal ini akan disasar empat objek yang diupayakan supaya bisa berlangsung dengan baik. Khususnya, (lokasi) yang disasar semua orang dan manusia baik di ring satu hingga empat," paparnya.

Selain itu, Martin juga enggan menyebutkan jumlah personel yang disiagakan untuk sidang perdana Gubernur DKI non aktif itu. Mantan Kabid Humas Polda Jabar itu hanya menjawab normatif terkait jumlah personel yanh disiagakan.

"Jumlah pengamanan sangat dinamis. Karena melihat dinamika yang ada sangat tergantung. Secara aktual membutuhkan personel yang banyak dan tidak sama ketika nanti di lapangan," demikian Martin.

Seperti diketahui, sidang Ahok diagendakan pukul 10.00 WIB oleh PN Jakarta Utara (Jakut) selaku penyelenggara.

Bekas kantor PN Jakpus di Jalan Gajah Mada menjadi lokasi persidangan mantan Bupati Belitung Timur itu, mengingat kantor PN Jakut di kawasan Sunter sedang direnovasi. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya