Berita

Foto: Youtube

Hukum

Setara Institute: Aktivis Dituduh Makar Agak Berlebihan Dari Segi HAM

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 16:50 WIB | LAPORAN:

Kepolisian harus bisa membuktikan tuduhan makar terhadap 12 aktivis dan tokoh yang ditangkap tepat Aksi Bela Islam jilid III pada Jumat (2/12) dinihari lalu.

Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani melihat dari segi bukti-bukti yang dimiliki kepolisian, sebetulnya sangatlah minim.

"Dari segi HAM, sependek bukti-bukti yang bisa saya baca, tindakan ini agak berlebihan. Sekalipun diduga mereka adalah penumpang gelap di aksi 212," kata Ismail kepada Kantor Berita Politik RMOL di Kantor Setara Institute, Jakarta, Senin (12/12).


Apalagi, lanjutnya, pasal makar yang dituduhkan kepada para aktivis dan tokoh nasional itu delik formil, yakni baru berencana, tapi sudah bisa dijerat pidana.

"Karena itu (polisi) harus menggunakan standar akuntabilitas yang tinggi, bahwa betul-betul dia memenuhi unsur atau tidak," ujarnya.

Menurutnya pula, penangkapan Hatta Taliwang cs bisa jadi peringatan adanya ancaman bagi kebebasan berekspresi di Indonesia.

"Batasannya sangat tipis, antara mengkritik dan dituduh hendak melakukan makar," cetusnya.

Semua ahli hukum mengatakan ada hak ekspresi yang harus dilindungi. Maka dari itu, imbuh dia, jika ternyata para aktivis ini tidak terbukti hendak melakukan makar, maka negara wajib merehabilitasi dan memberi kompensasi kepada nama-nama yang dijadikan tersangka oleh polisi.

"Salah tembak, salah tangkap, bisa direhabilitasi. Mereka juga bisa melakukan pra peradilan," tambah Ismail.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya